- Iwan, seorang nahkoda yang hilang di Perairan Mesuji, ditemukan meninggal dunia di Perairan Sibur pada Selasa (9/6/2026).
- Jasad korban ditemukan mengapung sekitar 50 kilometer dari lokasi awal terjatuh setelah dilakukan pencarian selama empat hari.
- Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian usai mengevakuasi jenazah korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga di rumah duka.
SuaraLampung.id - Setelah empat hari didera ketidakpastian, pencarian terhadap Iwan (48), nahkoda perahu nelayan yang hilang di perairan Mesuji, akhirnya mencapai titik akhir. Namun, harapan keluarga untuk melihatnya kembali dalam keadaan selamat harus pupus di sore yang kelabu itu.
Jasad Iwan ditemukan mengapung di Perairan Sibur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (9/6/2026) sore.
Penemuan ini mengejutkan banyak pihak lantaran lokasi jasad korban berada sekitar 28 mil laut, atau lebih dari 50 kilometer, dari titik awal ia dilaporkan terjatuh di Perairan Gusung Lebar, Lampung.
"Setelah menerima informasi dari nelayan setempat di OKI, tim segera bergerak melakukan evakuasi. Hasil identifikasi memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Iwan, nahkoda yang selama ini kami cari," ungkap Komandan Tim Rescuer Pos SAR Tulang Bawang, Sahrudin.
Operasi SAR ini bukanlah perkara mudah. Selama empat hari berturut-turut, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga para nelayan harus bertarung dengan gelombang laut yang cukup tinggi.
Tak hanya faktor alam, terbatasnya jaringan komunikasi di wilayah operasi sempat menjadi tembok penghalang koordinasi tim di tengah laut.
Demi memperluas jangkauan, tim bahkan membagi kekuatan menjadi dua unit (SRU) dan menyisir area seluas 12 mil laut.
Koordinasi lintas provinsi pun dilakukan dengan melibatkan Kantor SAR Palembang hingga SAR Pangkal Pinang untuk memantau pergerakan arus yang membawa tubuh korban melintasi batas perairan Lampung.
Penemuan jasad Iwan pada pukul 15.45 WIB menandai berakhirnya drama pencarian yang menguras energi tersebut. Jasad nahkoda malang itu langsung dievakuasi ke daratan dan diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menanti di rumah duka.
Baca Juga: Penyelundupan 350 Tabung Gas Elpiji Subsidi ke Sumsel Digagalkan Polisi di Mesuji
"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi kami hentikan pada pukul 16.00 WIB," tambah Sahrudin.
Berita Terkait
-
Penyelundupan 350 Tabung Gas Elpiji Subsidi ke Sumsel Digagalkan Polisi di Mesuji
-
Amuk Massa di Mesuji: Warga Bakar Ponpes Nurul Jadid karena Kasus Asusila Pimpinan Pondok
-
Misteri Avanza di Lintas Timur Mesuji: Polisi Temukan Senpi FN dan Amunisi di Bawah Jok
-
Detik-Detik Penangkapan Komplotan Maling Motor di Mesuji, Nyaris Diamuk Massa
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik