- Pemkot Bandar Lampung meluncurkan kebijakan pemutihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)
- Penghapusan denda ini berlaku bagi wajib pajak yang memiliki tunggakan mulai dari tahun 1992 hingga 2025
- Langkah ini diambil untuk meringankan beban ekonomi warga sekaligus merangsang kesadaran pajak
SuaraLampung.id - Kabar segar bagi warga Kota Tapis Berseri. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung baru saja meluncurkan kebijakan pemutihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Tak tanggung-tanggung, denda administrasi bagi warga yang menunggak pajak sejak tahun 1992 resmi dihapuskan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk meringankan beban ekonomi warga sekaligus merangsang kesadaran pajak.
"Kebijakan penghapusan denda ini berlaku bagi wajib pajak yang memiliki tunggakan mulai dari tahun 1992 hingga 2025. Kami memberikan waktu yang cukup panjang, yakni hingga 31 Desember 2026, agar masyarakat bisa memanfaatkan momentum ini," ujar Yusnadi di Bandar Lampung, Senin (8/6/2026).
Selain memutihkan denda masa lalu, Pemkot Bandar Lampung juga menyiapkan skema insentif menarik untuk tagihan PBB tahun 2026.
Kebijakan ini menyasar kelompok masyarakat dengan nilai ketetapan pajak rendah agar tetap mampu menunaikan kewajibannya tanpa rasa cemas.
Berikut adalah rincian pengurangan pajak dari Pemkot:
- Gratis 100%: Untuk wajib pajak dengan ketetapan Rp0 hingga Rp150 ribu.
- Diskon 50%: Untuk wajib pajak dengan ketetapan Rp150.001 hingga Rp300 ribu.
- Diskon 30%: Untuk wajib pajak dengan ketetapan Rp300.001 hingga Rp500 ribu.
"Fokus kami adalah membantu masyarakat bawah dan menengah. Dengan kebijakan ini, mereka yang memiliki nilai pajak kecil bisa bebas dari kewajiban bayar atau setidaknya mendapat potongan yang signifikan," tambah Yusnadi.
Meski tenggat waktu pemutihan denda masih cukup lama, Yusnadi mengingatkan warga untuk tetap memperhatikan jatuh tempo pembayaran rutin tahun 2026, yakni pada 30 Juni 2026.
Lebih dari sekadar kewajiban administratif, Yusnadi menekankan bahwa setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan kota. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga peningkatan pelayanan publik di Bandar Lampung.
Baca Juga: Terjaring di Penginapan Bandar Lampung, WNA Yaman Dideportasi
"Kami berharap masyarakat menyambut baik kesempatan emas ini. Pajak yang bapak dan ibu bayarkan adalah bahan bakar utama kami untuk terus membangun dan melayani Kota Bandar Lampung agar lebih baik lagi," pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Terjaring di Penginapan Bandar Lampung, WNA Yaman Dideportasi
-
6 Bulan Licin Bak Belut, Pelarian Pelaku Curanmor di RS Advent Berakhir dengan Timah Panas
-
Spesialis Curanmor di Bandar Lampung Diringkus, 3 Rekannya Masih Gentayangan
-
Kejar PAD Rp 2,9 Triliun, Hotel dan Restoran Masih Jadi Primadona di Bandar Lampung
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Membangkitkan Raksasa yang Tertidur: Misi Besar Lampung Kembalikan Kejayaan Udang Dipasena
-
Palsukan Dokumen Sporadik Tanah, Pria di Bandar Lampung Masuk Penjara
-
Transaksi Tembus Rp3,1 Miliar! Belanja dan Pesona Budaya di Bandar Lampung Expo 2026
-
Lampung Bersiap Transformasi dari Lumbung Mentah Jadi Raksasa Hilirisasi Pangan Nasional