- Pemprov Lampung merevitalisasi UMKM Center di PKOR Way Halim menjadi Hub Center sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah.
- Fasilitas tersebut mengintegrasikan produk unggulan dari 15 kabupaten dan kota di Lampung dalam konsep one stop service.
- Pemerintah menyediakan program inkubator untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar tingkat global.
SuaraLampung.id - Bagi wisatawan yang berkunjung ke Sang Bumi Ruwa Jurai, membawa pulang "buah tangan" bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah bentuk penghormatan budaya.
Entah itu sehelai wastra Tapis yang anggun atau camilan khas yang menggugah selera, oleh-oleh adalah penyambung rindu antara pelancong dengan koleganya.
Menyadari potensi besar tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kini tengah melakukan langkah besar.
Fasilitas UMKM Center yang berlokasi di kawasan strategis Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim sedang bersiap "bersalin rupa" melalui proyek revitalisasi besar-besaran.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menyebut langkah ini sebagai upaya strategis untuk menjadikan UMKM sebagai pilar utama ekonomi daerah, bersanding dengan sektor pariwisata yang kian tumbuh pesat.
"Pariwisata dan UMKM ini sebetulnya saling berkaitan. Sebagai orang Melayu, kita terbiasa membawa buah tangan. Kami ingin Lampung tidak hanya ditopang oleh industri besar, tapi juga diperkuat oleh kemandirian UMKM," ujar Mulyadi pada Sabtu (25/4/2026).
Revitalisasi ini bukan sekadar mengecat ulang gedung dua lantai seluas 1.130 meter persegi tersebut. Lebih dari itu, Pemprov Lampung mengusung konsep Hub Center.
Nantinya, UMKM Center ini akan menjadi etalase raksasa yang mengintegrasikan produk unggulan dari 15 kabupaten dan kota di seluruh Lampung.
Bayangkan, dalam satu lokasi seluas 4.856 meter persegi, pengunjung tak perlu lagi berkeliling jauh ke berbagai pelosok daerah hanya untuk mencari kopi khas Lampung Barat, kerajinan tangan dari Way Kanan, atau camilan lezat dari pesisir Lampung Selatan. Semuanya tersedia dalam satu atap dengan standar kualitas yang telah dikurasi.
Baca Juga: Syahwat Politik Berujung Bui: Menanti Sidang Perdana Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya
"Ini adalah konsep one stop service. Begitu selesai berwisata, orang bisa langsung ke sini. Semua produk kreatif dari berbagai daerah berkumpul di sini," tambah Mulyadi.
Tak hanya memanjakan pembeli, UMKM Center masa depan ini juga dirancang sebagai "kawah candradimuka" bagi para perajin lokal.
Pemerintah telah menyiapkan program inkubator UMKM, di mana pelaku usaha yang sudah mapan akan membimbing para perintis (startup) untuk meningkatkan daya saing produk mereka.
Rencana pemberian subsidi serta kolaborasi dengan berbagai jenama (brand) ternama di Lampung juga tengah dimatangkan.
Tujuannya satu agar produk lokal Lampung tidak hanya jago kandang, tapi memiliki kualitas kelas dunia yang mampu bersaing di pasar global.
Terletak di jantung kota, UMKM Center ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas baru bagi ekonomi kreatif. Dengan fasilitas yang lebih modern dan pembinaan yang berkelanjutan, gedung ini diharapkan tidak lagi menjadi bangunan mati, melainkan sebuah ruang publik yang hidup dan berdenyut. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Syahwat Politik Berujung Bui: Menanti Sidang Perdana Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya
-
Drama Dokter vs Influencer: Berawal dari Tudingan Pelakor Berujung Laporan ke Polda Lampung
-
Lampu Kuning Program MBG! Baru Separuh SPPG di Bandar Lampung yang Terjamin Higienis
-
Way Kanan Menuju Pusat Agro: Menakar Ambisi Hilirisasi Rp150 Triliun di Bumi Lampung
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Pemprov Lampung Jadikan UMKM Center Sebagai Magnet Wisata Belanja 15 Kabupaten/Kota
-
Niat ke Hajatan Berujung Petaka: Petani di Pesisir Barat Ditebas Golok Saat Hendak Bertamu
-
Syahwat Politik Berujung Bui: Menanti Sidang Perdana Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya
-
Ikan Hias Mati karena Listrik Padam: Derita Warga Pringsewu Terbayar Usai Pencuri Kabel Diringkus
-
Residivis di Pringsewu Terjang Pintu Kaca Alfamart Demi Kabur dari Kejaran Warga, Berakhir Nahas