- Seorang sipir Rutan Kelas IIB Kotabumi berinisial AR tertangkap tangan menjadi kurir narkoba pada Sabtu, 11 April 2026.
- Petugas menemukan 40 paket sabu saat AR berusaha menyerahkan barang haram tersebut kepada warga binaan di lokasi kejadian.
- Pihak Rutan Kotabumi memproses hukum oknum tersebut sebagai langkah tegas menindaklanjuti keterlibatan pegawai dalam jaringan distribusi narkoba.
SuaraLampung.id - Harapan publik akan integritas aparat penegak hukum kembali tercoreng oleh ulah oknum "musang berbulu domba". Di balik seragam dinas yang masih kaku dan kebanggaan sebagai petugas baru, AR (24) justru memilih jalan gelap.
Baru seumur jagung mengabdi, tepatnya tiga bulan, sipir di Rutan Kelas IIB Kotabumi ini tertangkap basah menjadi kurir narkoba di "kandangnya" sendiri.
Bukan sekadar dugaan, AR diringkus dengan barang bukti yang cukup untuk meruntuhkan karier dan masa depannya yaitu 40 paket kristal putih yang diduga kuat adalah sabu.
Sabtu (11/4/2026) siang itu, gerak-gerik AR sebenarnya sudah masuk dalam radar "pengintaian senyap" pimpinannya.
Kepala Rutan Kotabumi, Marthen Butar Butar, mencium aroma ketidakberesan pada perilaku bawahannya tersebut sejak beberapa waktu terakhir. Koordinasi rahasia pun dijalin dengan Lapas Kelas IIA Kotabumi untuk melakukan pengawasan melekat.
Skenario AR dimulai dengan cara yang sangat klise. Kepada Komandan Petugas Pintu Utama (P2U), ia meminta izin keluar sebentar dengan alasan sederhana membeli kopi di warung depan kantor.
Namun, alih-alih menuju kepulan uap kopi, langkah kaki AR justru memutar tajam masuk ke area Lapas Kelas IIA Kotabumi. Di sana, sebuah paket misterius sudah disiapkan untuk "dihibahkan" kepada seorang warga binaan berinisial SAJ.
AR tak menyadari bahwa setiap jengkal langkahnya sedang dipelototi oleh mata-mata internal yang sudah siaga. Begitu paket berpindah tangan, petugas gabungan langsung menyergap. Hasil penggeledahan mendadak itu pun membuat suasana Lapas seketika tegang.
"Dari tangan yang bersangkutan, kami temukan 40 paket plastik klip berisi sabu, satu bundel plastik klip kosong, hingga kardus bekas timbangan digital," ungkap Marthen Butar Butar dalam konferensi pers, Rabu (15/4/2026) dikutip dari saibumi.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga: Akal Bulus Sindikat Narkoba: Gunakan Ambulans untuk Selundupkan Sabu Rp22 Miliar di Bakauheni
Temuan timbangan digital ini mengindikasikan bahwa AR bukan sekadar "kurir amatir", melainkan bagian dari rantai distribusi yang lebih terorganisir di dalam penjara.
Kini, seragam kebesaran AR telah berganti dengan status tersangka. Karier singkatnya berakhir dengan ancaman pidana yang berat.
Marthen menegaskan bahwa sejak awal pihaknya telah melakukan asesmen risiko terhadap setiap petugas, namun integritas memang kembali pada pilihan individu masing-masing.
"Kami pastikan tidak ada ruang bagi pengkhianat. Siapa pun yang terlibat narkoba, tindakannya akan kami proses secara tegas melalui jalur hukum," tegas Marthen.
Berita Terkait
-
Akal Bulus Sindikat Narkoba: Gunakan Ambulans untuk Selundupkan Sabu Rp22 Miliar di Bakauheni
-
Menabrak UU TPKS! Polsek di Lampung Utara Malah Mediasi Kasus Percobaan Pemerkosaan
-
5 Fakta Viral Petugas Dishub Cekcok dan Ancam Tusuk Sopir Truk di Lampung Utara
-
Penjaga Kantin Ditahan Terkait Kaburnya 8 Tahanan Polres Way Kanan, 3 Sudah Ditangkap
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari
-
Berbekal KUR BRI, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
-
Brutal! Penusuk Pengendara di Fly Over Pasar Tugu Diringkus Setelah 2 Bulan Buron