- Hujan ekstrem pada Selasa (14/4/2026) malam menyebabkan banjir parah yang melanda 16 kecamatan di Kota Bandar Lampung.
- Bencana banjir dan tanah longsor tersebut mengakibatkan kerugian materiil luas serta menelan satu korban jiwa warga setempat.
- Tim gabungan telah melakukan operasi evakuasi dan kini fokus membantu warga membersihkan sisa lumpur pasca air surut.
SuaraLampung.id - Hanya butuh waktu satu jam bagi alam untuk mengubah wajah ibu kota Provinsi Lampung menjadi kota air. Selasa (14/4/2026) malam, langit seolah tumpah.
Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur sejak pukul 18.30 WIB itu seketika memutus nadi aktivitas warga Bandar Lampung dan meninggalkan jejak duka yang mendalam.
Bukan sekadar genangan biasa, banjir kali ini menyapu hampir seluruh penjuru kota. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat rekor yang menggetarkan yaitu 16 kecamatan terdampak secara bersamaan.
Dari Kemiling hingga Bumi Waras, dari Sukarame hingga Teluk Betung, laporan masuk silih berganti. Analis Bencana BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, melukiskan betapa cepatnya air naik hingga melampaui satu meter di beberapa titik vital.
"Hujan deras mengguyur lebih dari satu jam, menyebabkan 16 kecamatan di Bandar Lampung terdampak banjir," ujar Wahyu, Rabu (15/4/2026).
Daftar wilayah yang terendam pun menyerupai peta besar kota mulai Tanjung Karang, Panjang, Rajabasa, Labuhan Ratu, hingga Way Halim. Hampir tak ada sudut kota yang luput dari kepungan air bah yang membawa material lumpur dan sampah.
Namun, kerugian materiil bukan satu-satunya cerita pilu malam itu. Di balik laporan evakuasi, terselip berita duka: seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terjangan banjir.
Tak hanya air, tanah longsor pun dilaporkan terjadi di beberapa titik, menambah daftar panjang ancaman bagi warga yang tengah berjibaku menyelamatkan harta benda mereka.
Guna meminimalisasi jatuhnya korban lebih lanjut, sebuah operasi besar-besaran digelar. Tim gabungan mulai dari BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, hingga relawan PMI, diterjunkan ke tengah kegelapan malam untuk menembus titik-titik banjir yang paling sulit dijangkau.
Baca Juga: Genggaman Terakhir Suami yang Terlepas: Dewi Tewas di Tengah Amukan Banjir Bandar Lampung
Rabu pagi, matahari kembali menyapa Bandar Lampung dengan cuaca cerah berawan. Namun, keceriaan langit pagi tak sejalan dengan kondisi di daratan.
Saat air mulai surut, yang tersisa hanyalah tumpukan sedimen lumpur hitam yang menyelimuti perabotan dan lantai rumah warga.
Kini, pemandangan kota berubah menjadi gotong-royong massal. Personel gabungan yang semalam bertaruh nyawa melakukan evakuasi, kini beralih tugas menjadi "pasukan pembersih". Mereka membantu warga menyemprotkan air ke dinding-dinding rumah dan menguras sisa-sisa lumpur yang dibawa air bah.
"Situasi terkini air sudah surut. Tim gabungan sekarang fokus melakukan pendataan dan membantu warga membersihkan sedimen yang terbawa saat banjir," pungkas Wahyu. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Genggaman Terakhir Suami yang Terlepas: Dewi Tewas di Tengah Amukan Banjir Bandar Lampung
-
Malam Mencekam di Bandar Lampung: Perjuangan Tim SAR Evakuasi 109 Warga dari Kepungan Banjir
-
Bandar Lampung Dipilih Jadi Barometer Nasional Perang Melawan TBC
-
Merpati Kolongan Warga Bandar Lampung Rp3,5 Juta Digasak, Dijual Cuma Seharga Pulsa
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong