Wakos Reza Gautama
Rabu, 15 April 2026 | 11:18 WIB
Tim SAR mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026) malam. Satu orang meninggal dunia dalam peristiwa banjir tersebut. [Dok Kantor SAR Lampung]
Baca 10 detik
  • Banjir besar melanda Bandar Lampung pada Selasa, 14 April 2026, yang merendam 21 titik wilayah dengan ketinggian mencapai 120 sentimeter.
  • Seorang warga bernama Dewi Maelani meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang menghancurkan rumahnya di Kelurahan Garuntang, Bandar Lampung.
  • Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 109 warga yang terjebak banjir, sementara Wali Kota Bandar Lampung mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan duka.

SuaraLampung.id - Malam itu, Selasa (14/4/2026), hujan di Bandar Lampung bukan sekadar rintik biasa. Ia datang dengan amarah, menjatuhkan ribuan ton air yang mengubah wajah kota menjadi lautan cokelat yang mencekam.

Namun, di balik angka-angka evakuasi dan laporan kerugian, terselip sebuah duka yang sanggup merobek hati siapa pun yang mendengarnya.

Dewi Maelani (31), warga Jalan Pandawa, Kelurahan Garuntang, tak pernah menyangka bahwa rumah yang selama ini menjadi tempat berteduhnya akan menjadi saksi bisu perpisahan abadi dengan sang suami, Andri.

Letak rumah Dewi yang berada tepat di bawah talud (tanggul) membuatnya berada di posisi paling rentan saat aliran sungai mulai meluap.

Sore menjelang malam, suara gemuruh air terdengar kian mendekat. Hanya dalam hitungan detik, tembok rumah mereka tak lagi sanggup menahan tekanan air bah yang menggila.

Suara dentuman keras terdengar saat dinding rumah itu jebol. Air masuk dengan kekuatan menghancurkan, menyeret apa saja yang ada di jalurnya.

Dalam suasana kacau dan gelap, Andri sempat berhasil meraih tangan istrinya. Ia menggenggam erat jemari Dewi, mencoba melawan arus deras yang berusaha memisahkan mereka. Namun, alam malam itu terlalu perkasa.

Derasnya terjangan air membuat genggaman itu terlepas. Dewi terseret di tengah kegelapan air bah, meninggalkan sang suami.

Dewi Maelani adalah duka terdalam dari "kepungan" banjir yang melanda hampir seluruh sudut Bandar Lampung malam itu.

Baca Juga: Malam Mencekam di Bandar Lampung: Perjuangan Tim SAR Evakuasi 109 Warga dari Kepungan Banjir

BPBD mencatat ada 21 titik banjir yang tersebar di hampir semua kecamatan. Ketinggian air rata-rata mencapai 120 sentimeter, setinggi dada orang dewasa.

Di sudut lain kota, tim SAR Gabungan bekerja bak pahlawan tanpa tidur. Sebanyak 109 nyawa berhasil dievakuasi dari rumah-rumah yang terendam. Mereka menggunakan perahu karet, menembus arus, menjemput warga yang terjebak di atas atap maupun di dalam kepungan air.

Kesedihan Andri dan warga Garuntang menarik perhatian langsung Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Bunda Eva, sapaan akrabnya, langsung mengunjungi rumah duka untuk memeluk keluarga yang ditinggalkan.

Load More