- Banjir besar melanda Bandar Lampung pada Selasa, 14 April 2026, yang merendam 21 titik wilayah dengan ketinggian mencapai 120 sentimeter.
- Seorang warga bernama Dewi Maelani meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang menghancurkan rumahnya di Kelurahan Garuntang, Bandar Lampung.
- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 109 warga yang terjebak banjir, sementara Wali Kota Bandar Lampung mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan duka.
SuaraLampung.id - Malam itu, Selasa (14/4/2026), hujan di Bandar Lampung bukan sekadar rintik biasa. Ia datang dengan amarah, menjatuhkan ribuan ton air yang mengubah wajah kota menjadi lautan cokelat yang mencekam.
Namun, di balik angka-angka evakuasi dan laporan kerugian, terselip sebuah duka yang sanggup merobek hati siapa pun yang mendengarnya.
Dewi Maelani (31), warga Jalan Pandawa, Kelurahan Garuntang, tak pernah menyangka bahwa rumah yang selama ini menjadi tempat berteduhnya akan menjadi saksi bisu perpisahan abadi dengan sang suami, Andri.
Letak rumah Dewi yang berada tepat di bawah talud (tanggul) membuatnya berada di posisi paling rentan saat aliran sungai mulai meluap.
Sore menjelang malam, suara gemuruh air terdengar kian mendekat. Hanya dalam hitungan detik, tembok rumah mereka tak lagi sanggup menahan tekanan air bah yang menggila.
Suara dentuman keras terdengar saat dinding rumah itu jebol. Air masuk dengan kekuatan menghancurkan, menyeret apa saja yang ada di jalurnya.
Dalam suasana kacau dan gelap, Andri sempat berhasil meraih tangan istrinya. Ia menggenggam erat jemari Dewi, mencoba melawan arus deras yang berusaha memisahkan mereka. Namun, alam malam itu terlalu perkasa.
Derasnya terjangan air membuat genggaman itu terlepas. Dewi terseret di tengah kegelapan air bah, meninggalkan sang suami.
Dewi Maelani adalah duka terdalam dari "kepungan" banjir yang melanda hampir seluruh sudut Bandar Lampung malam itu.
Baca Juga: Malam Mencekam di Bandar Lampung: Perjuangan Tim SAR Evakuasi 109 Warga dari Kepungan Banjir
BPBD mencatat ada 21 titik banjir yang tersebar di hampir semua kecamatan. Ketinggian air rata-rata mencapai 120 sentimeter, setinggi dada orang dewasa.
Di sudut lain kota, tim SAR Gabungan bekerja bak pahlawan tanpa tidur. Sebanyak 109 nyawa berhasil dievakuasi dari rumah-rumah yang terendam. Mereka menggunakan perahu karet, menembus arus, menjemput warga yang terjebak di atas atap maupun di dalam kepungan air.
Kesedihan Andri dan warga Garuntang menarik perhatian langsung Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Bunda Eva, sapaan akrabnya, langsung mengunjungi rumah duka untuk memeluk keluarga yang ditinggalkan.
Berita Terkait
-
Malam Mencekam di Bandar Lampung: Perjuangan Tim SAR Evakuasi 109 Warga dari Kepungan Banjir
-
Bandar Lampung Dipilih Jadi Barometer Nasional Perang Melawan TBC
-
Merpati Kolongan Warga Bandar Lampung Rp3,5 Juta Digasak, Dijual Cuma Seharga Pulsa
-
Bukan Balap Liar! Fakta Di Balik Auman Mesin dan Kepulan Asap Mobil Drift di Tugu Adipura
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Terkini
-
Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru
-
Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk
-
BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir
-
Dari Pintu ke Pintu, Kisah Dewi Natalia Membawa Pedagang Pasar Lepas dari Rentenir