Wakos Reza Gautama
Jum'at, 10 April 2026 | 09:33 WIB
Tim visitasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung meninjau dan survei lokasi bakal calon venue pertandingan di Lampung Selatan pada Rabu (8/4/2026) kemarin. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Kabupaten Lampung Selatan membidik posisi tuan rumah PON XXIII 2032 melalui pengajuan bersama dengan Provinsi Banten.
  • Tim visitasi KONI Lampung menyurvei kesiapan infrastruktur olahraga dan fasilitas penunjang di Lampung Selatan pada 8 April 2026.
  • Hasil survei menunjukkan potensi besar pada venue olahraga serta komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi standar teknis nasional.

SuaraLampung.id - Angin segar berembus dari pesisir dan perbukitan Kabupaten Lampung Selatan. Bukan sekadar kabar burung, wilayah yang dikenal sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera ini kini tengah membidik sejarah baru menjadi salah satu pusat utama perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032.

Langkah besar ini mulai terlihat nyata saat tim visitasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung melakukan survei mendalam pada Rabu (8/4/2026).

Mereka menyisir satu per satu titik potensial yang akan diajukan bersama Provinsi Banten dalam bursa pencalonan tuan rumah bersama.

"Secara keseluruhan, Lampung Selatan memiliki potensi besar. Ada catatan teknis yang perlu ditindaklanjuti, namun pondasinya sudah sangat kuat," ujar Yopi Hutomo Bhakti, perwakilan tim visitasi KONI Lampung.

Salah satu permata tersembunyi yang disorot adalah area paralayang di Batu Alif. Bagi KONI, lokasi ini bukan sekadar tempat bertanding, melainkan magnet sport tourism yang menjanjikan.

Bayangkan para atlet terbang dengan latar pemandangan alam yang eksotis, sebuah nilai jual yang sulit ditemukan di daerah lain. Dukungan pun mengalir deras dari akar rumput.

"Pengelola dan pemilik lahan sudah menyatakan kesiapan penuh untuk pengembangan sesuai standar nasional," tambah Yopi.

Keseriusan ini didukung dengan fasilitas penunjang di sekitarnya, termasuk Kedas Resort dan deretan penginapan yang siap menampung para tamu dan ofisial.

Tak hanya mengandalkan keindahan alam, tim visitasi juga membedah kesiapan infrastruktur fisik. Stadion Raden Intan dan Stadion Jati masuk dalam radar pantauan.

Baca Juga: Mantan Kekasih Rasa Begal: Mahasiswi Ditampar dan Dirampok di Natar, Videonya Disebar ke Medsos

Meski ada catatan khusus mengenai perbaikan lintasan tartan di Stadion Jati, kedua lokasi ini dinilai memiliki aura kompetisi yang kuat.

Sementara itu, GOR Way Handak disebut-sebut sudah mendekati standar nasional. Dengan fasilitas ruang pendukung yang lengkap, GOR ini hanya butuh sentuhan renovasi pada bagian atap untuk menjadi arena yang sempurna bagi para atlet dalam negeri.

Bergeser ke arah pantai, tim mengevaluasi Grand Elty Krakatoa dan Rio by The Beach untuk cabang olahraga air dan pantai.

Hasilnya? Rio by The Beach mencuri perhatian sebagai kandidat terkuat venue Voli Pantai dan Beach Handball. Hamparan pasir dan tata letaknya dinilai paling memenuhi standar teknis, meski akses jalan menuju lokasi masih menjadi "pekerjaan rumah" bagi pemerintah daerah.

Mimpi menjadi tuan rumah ini disambut hangat oleh pemerintah setempat. Dalam pertemuan di Kantor KONI Lampung Selatan, jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga menyatakan komitmen total.

Bahkan, mereka mengusulkan penambahan cabang olahraga unggulan, seperti atletik, untuk dipertandingkan di tanah Lampung Selatan.

Load More