- Sebanyak 70 ribu wisatawan mengunjungi destinasi wisata religi di Provinsi Lampung selama periode libur Lebaran tahun 2026.
- Kabupaten Tulang Bawang Barat menjadi pusat kunjungan utama berkat daya tarik arsitektur ikonik dan wisata spiritual yang populer.
- Penyebaran informasi melalui media sosial digital berhasil mendorong pemerataan jumlah kunjungan wisatawan di seluruh kabupaten dan kota Lampung.
SuaraLampung.id - Riuh rendah libur Lebaran 2026 di Provinsi Lampung menyisakan cerita menarik. Jika biasanya deburan ombak di pesisir pantai menjadi magnet utama, tahun ini ada tren yang bergeser secara signifikan.
Masyarakat tak lagi hanya memburu panorama alam, melainkan juga mencari ketenangan batin melalui wisata religi di Lampung.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung mencatat fenomena luar biasa. Sebanyak 70 ribu wisatawan memadati berbagai destinasi religi di Bumi Ruwa Jurai selama periode libur panjang Idulfitri kali ini.
Dari 15 kabupaten dan kota di Lampung, satu nama muncul sebagai bintang utama yakni Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Wilayah yang dikenal dengan arsitektur ikonik nan filosofis ini mencatatkan lonjakan kunjungan yang paling mencolok dibandingkan daerah lainnya.
"Periode libur Lebaran 2026 ini memang sangat panjang, dan kami melihat peningkatan yang sangat signifikan. Menariknya, pariwisata di Kabupaten Tulang Bawang Barat menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparekraf Lampung, Tony Ferdiansyah, Sabtu (4/4/2026).
Di Tubaba, para wisatawan tak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga menyelami kedalaman spiritual melalui destinasi religi yang kini telah menjadi ikon nasional.
Sebanyak 70 ribu pengunjung tercatat memadati kawasan ini pasca-Lebaran, menjadikan Tubaba sebagai pusat gravitasi baru pariwisata Lampung.
Meski wisata religi sedang naik daun, pesona bahari Lampung tetap tak kehilangan tajinya. Wisatawan lokal yang didominasi warga asli Lampung cenderung memilih destinasi spiritual, sementara wisatawan dari luar daerah masih banyak yang terpikat oleh keindahan pantai, terutama di wilayah Lampung Timur.
Baca Juga: Di Balik Kilau Toko Mas JSR: Ujung Pusaran Emas Ilegal Rp1,3 Triliun yang Digerebek Polda Lampung
Tony menjelaskan, meratanya kunjungan wisatawan di seluruh kabupaten dan kota di Lampung tak lepas dari masifnya kanal informasi digital.
Wisatawan kini lebih mudah menemukan surga-surga tersembunyi melalui media sosial sebelum memutuskan untuk berangkat.
"Data yang kami himpun dari dinas pariwisata kabupaten dan kota menunjukkan bahwa destinasi kita mulai dikenal luas. Ada pemerataan kunjungan, meski dominasi kunjungan religi di Tubaba tetap yang paling signifikan tahun ini," tambahnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Di Balik Kilau Toko Mas JSR: Ujung Pusaran Emas Ilegal Rp1,3 Triliun yang Digerebek Polda Lampung
-
Kakek 90 Tahun Dihantam Besi: Kisah Pilu Marbot di Bandar Lampung Dianiaya Juru Parkir Kafe
-
Drama 'Koboi' di Bandar Lampung: Maling Motor Lepas Tembakan Usai Temannya Terlindas Mobil
-
Kapan Way Kambas Dibuka Kembali? Ini Jawaban Balai Taman Nasional Terkait Nasib Wisata Gajah
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Di Balik Kilau Toko Mas JSR: Ujung Pusaran Emas Ilegal Rp1,3 Triliun yang Digerebek Polda Lampung
-
Kakek 90 Tahun Dihantam Besi: Kisah Pilu Marbot di Bandar Lampung Dianiaya Juru Parkir Kafe
-
Drama 'Koboi' di Bandar Lampung: Maling Motor Lepas Tembakan Usai Temannya Terlindas Mobil
-
Kapan Way Kambas Dibuka Kembali? Ini Jawaban Balai Taman Nasional Terkait Nasib Wisata Gajah
-
Desa BRILiaN Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Pesisir hingga Level Nasional