- Taman Nasional Way Kambas mempertimbangkan pembukaan kembali wisata edukasi setelah penanganan konflik gajah dan manusia dinyatakan benar-benar aman.
- Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, menyatakan pembukaan akses publik bergantung pada keberhasilan mitigasi konflik yang saat ini masih berlangsung.
- Pihak pengelola fokus mengembangkan ekonomi hijau melalui skema perdagangan karbon dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan tersebut.
SuaraLampung.id - Kabar gembira mulai berembus dari rimbunnya hutan Lampung Timur. Taman Nasional Way Kambas (TNWK), ikon konservasi "Raksasa Lembut" Indonesia, kini tengah mempertimbangkan untuk kembali membuka pintunya bagi para pecinta wisata edukasi.
Namun, pembukaan ini bukan tanpa syarat. Saat ini, suasana di balik gerbang TNWK masih "panas". Bukan karena cuaca, melainkan karena para petugas sedang berjibaku di garis depan untuk menangani konflik antara gajah dan manusia yang kian intens.
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengungkapkan bahwa keterbatasan personel menjadi alasan utama mengapa taman nasional ini masih digembok untuk publik. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga di sekitar hutan dan kelestarian gajah itu sendiri.
"Jika April nanti, atau setidaknya bulan depan, penanganan konflik bisa berjalan dengan baik dan keadaan dipastikan aman, maka personel bisa mulai kami tarik kembali ke fungsi pelayanan. Di saat itulah, kami akan mempertimbangkan secara serius untuk membuka kembali Way Kambas," ujar Zaidi, Jumat (3/4/2026).
Ia menekankan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru. Keamanan pengunjung dan ketenangan habitat satwa adalah harga mati.
"Kami pastikan dulu situasinya pulih seperti semula. Jika sudah memungkinkan, kami akan segera merapatkannya untuk memutuskan tanggal pembukaan," tambahnya.
Sambil menunggu gerbang wisata terbuka, TNWK ternyata sedang berbenah. Ke depan, Way Kambas tidak hanya akan dikenal sebagai tempat melihat gajah, tetapi juga sebagai pusat ekonomi hijau.
Zaidi menjelaskan, pihaknya tengah menggenjot program pemberdayaan bagi desa-desa penyangga di sekitar hutan. Salah satu terobosan besarnya adalah melalui skema perdagangan karbon (carbon trading) dan pengembangan wisata ekologi berkelanjutan.
"Ini adalah investasi masa depan. Hutan tetap lestari, satwa terlindungi, namun masyarakat sekitar tetap mendapatkan nilai ekonomi yang nyata," kata Zaidi optimis. (ANTARA)
Baca Juga: Belum Balik Kerja? Ini 7 Tempat Wisata di Lampung yang Justru Sepi Setelah Lebaran
Berita Terkait
-
Belum Balik Kerja? Ini 7 Tempat Wisata di Lampung yang Justru Sepi Setelah Lebaran
-
Mengapa 2.306,38 Hektar Taman Nasional Way Kambas Bisa Terbakar Saat Musim Hujan?
-
7 Karaoke Keluarga dengan Happy Hour untuk Nongkrong & Nyanyi Lebih Hemat
-
6 Fakta Viral Sinkhole di Limapuluh Kota, Air Jernihnya Dipercaya Jadi Obat Meski Berisiko
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Amuk Massa di Mesuji: Warga Bakar Ponpes Nurul Jadid karena Kasus Asusila Pimpinan Pondok
-
Bentuk Tim Khusus, Polda Lampung Buru Pelaku Penembakan Brigadir Arya Supena
-
Sempat Duel dengan Pelaku, Detik-detik Brigadir Arya Ditembak Bandit Curanmor di Bandar Lampung
-
Sempat Viral Letuskan Senpi, Salah Satu Pelaku Curanmor di Bandar Lampung Diringkus Polisi
-
Ditembak Bandit Curanmor di Bandar Lampung, Brigadir Arya Meninggal Dunia