- Personel Ditreskrimsus Polda Lampung menyegel Toko Mas JSR di Bandar Lampung pada Kamis, 2 April 2026.
- Toko tersebut diduga menjadi penadah emas ilegal hasil pertambangan tanpa izin di lahan PTPN VII Way Kanan.
- Praktik pertambangan ilegal tersebut menyebabkan kerugian negara yang ditaksir mencapai angka fantastis sebesar Rp1,3 triliun.
SuaraLampung.id - Siang itu, Kamis (2/4/2026), suasana di Toko Mas JSR, Jalan Kamboja, Enggal, Bandar Lampung, tampak seperti hari-hari biasa.
Kilauan perhiasan di balik etalase kaca memikat puluhan pengunjung yang sibuk memilih cincin dan kalung. Namun, keriuhan itu mendadak sirna saat belasan personel Ditreskrimsus Polda Lampung merangsek masuk.
Bukan untuk berbelanja, kedatangan korps berseragam ini membawa misi besar. Memutus rantai aliran "emas gelap" dari perut bumi Way Kanan.
Para pembeli yang semula asyik bertransaksi terpaksa diminta mengosongkan ruangan. Dalam hitungan menit, garis polisi kuning melintang di depan ruko, menandai jatuhnya tirai operasional toko emas tersebut.
Penyegelan Toko Mas JSR bukanlah aksi tanpa alasan. Polisi menduga kuat toko ini menjadi salah satu "pintu gerbang" utama yang mengubah emas hasil Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menjadi perhiasan legal di pasaran.
Aksi ini merupakan pengembangan dari pembongkaran tambang emas ilegal raksasa yang beroperasi di lahan HGU PTPN VII, Way Kanan. Di sana, praktik ilegal tersebut diduga telah merusak alam selama lebih dari setahun.
"Polisi datang saat toko sedang ramai. Pembeli diminta keluar, dan toko segera ditutup dari dalam untuk kepentingan penggeledahan," jelas Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari.
Skala operasi tambang yang menyokong aliran emas ini memang mencengangkan. Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, sebelumnya memaparkan bahwa di tiga kecamatan, Blambangan Umpu, Umpu Semenguk, dan Baradatu, ditemukan sedikitnya 315 unit mesin tambang yang menderu setiap hari.
Bayangkan saja, produksi emas dari lubang-lubang ilegal itu mencapai 1.575 gram per hari. Dengan asumsi harga emas Rp1,8 juta per gram, perputaran uang "panas" ini mencapai Rp2,8 miliar setiap harinya, atau menembus Rp73,7 miliar per bulan. Angka yang fantastis ini berujung pada kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp1,3 triliun.
Baca Juga: Polisi Kepung Jalur Pelarian, Satu Tahanan Polres Way Kanan Diciduk di Hutan
Dalam penggeledahan di Toko Mas JSR, petugas tak hanya menyita tumpukan dokumen, tetapi juga membawa beberapa orang untuk diperiksa secara intensif di Mapolda Lampung. Polisi kini tengah membidik siapa saja aktor intelektual di balik jaringan distribusi emas ilegal ini.
Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Heri Rusyaman, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memperkuat bukti keterlibatan pemilik toko dalam sindikat ini.
"Kami masih melakukan pendalaman. Mengenai detail hasil penggeledahan dan pengembangan lebih lanjut, akan kami sampaikan secara resmi dalam waktu dekat," ujar Heri.
Berita Terkait
-
Polisi Kepung Jalur Pelarian, Satu Tahanan Polres Way Kanan Diciduk di Hutan
-
Pegadaian Tegaskan Emas Nasabah Aman di Tengah Lonjakan Permintaan
-
5 Fakta Viral Polisi Kejang-kejang Usai Kecelakaan di Kemiling Bandar Lampung
-
Cek Fakta: Viral Video TNI Tangkap Kapal Malaysia Pengangkut Emas Ilegal, Benarkah Terjadi?
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan
-
Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung
-
Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
-
Pasok Protein Nila dan Patin untuk Program MBG, Bandar Lampung Berburu Lahan 1.000 Meter
-
Payroll Lebih Cepat dan Tertib, Ini Solusi Digital dari QLola by BRI