- Delapan jemaah calon haji asal Lampung batal berangkat ke Tanah Suci tahun ini karena sakit dan meninggal dunia.
- Pihak keluarga memilih tidak menggantikan posisi almarhum atau orang sakit karena belum siap secara mental untuk berangkat.
- Kanwil Kemenag Lampung memastikan kedelapan calon haji tersebut mendapatkan prioritas keberangkatan pada musim haji tahun depan atau pengembalian biaya.
SuaraLampung.id - Menunaikan ibadah haji adalah puncak kerinduan bagi setiap Muslim. Namun, bagi delapan jemaah calon haji (JCH) asal Provinsi Lampung, perjalanan suci menuju Tanah Suci tahun ini harus tertunda.
Sebuah skenario hidup yang tak terduga memaksa mereka melepas kursi di kelompok terbang (kloter) yang sudah di depan mata.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung mencatat delapan nama tersebut berasal dari empat wilayah. Rinciannya tiga orang dari Lampung Tengah, masing-masing dua orang dari Lampung Utara dan Way Kanan, serta satu orang dari Pesawaran.
Batalnya keberangkatan ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Takdir berbicara melalui berbagai wajah, mulai dari kondisi kesehatan yang menurun drastis hingga kabar duka berupa kematian.
"Faktornya beragam, ada yang meninggal dunia, sakit, hingga penyebab lainnya. Mereka tersebar di beberapa kloter, mulai dari kloter 8 hingga kloter 19," ujar Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, M. Ansori F Citra, Selasa (21/4/2026).
Di balik data tersebut, terselip cerita tentang kesiapan mental keluarga. Pihak Kemenhaj sebenarnya telah menawarkan opsi pelimpahan porsi kepada ahli waris agar impian sang almarhum tetap bisa terlaksana tahun ini.
Namun, duka yang masih basah seringkali membuat keluarga belum siap secara batin untuk berangkat dalam waktu singkat.
"Rata-rata ahli waris menyatakan belum siap berangkat tahun ini untuk menggantikan posisi yang wafat. Ada juga yang membatalkan karena harus menjaga orang tua atau pasangan yang sedang sakit," tambah Ansori.
Meski batal berangkat tahun ini, pintu menuju Kakbah tidak sepenuhnya tertutup. Kanwil Kemenhaj Lampung telah memproses pembatalan visa kedelapan jemaah calon haji tersebut karena posisi mereka tidak mungkin lagi diisi oleh jemaah cadangan dalam waktu yang sangat mepet.
Baca Juga: Berangkat Sekolah, Pelajar di Lampung Tengah Malah Ditodong Sajam dan Motornya Dirampas
Pemerintah memberikan jaminan bagi mereka atau ahli warisnya untuk diprioritaskan berangkat pada musim haji tahun depan.
Namun, bagi mereka yang memilih jalan lain, negara juga mempersilakan penarikan kembali Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang telah dibayarkan.
"Intinya, mereka tetap diprioritaskan tahun depan jika sudah siap, atau uangnya bisa ditarik kembali," tegas Ansori. Tahun ini, Lampung sejatinya mengirimkan 5.827 jemaah yang terbagi dalam 14 kloter. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Berangkat Sekolah, Pelajar di Lampung Tengah Malah Ditodong Sajam dan Motornya Dirampas
-
Adu Cerdik di Gerbang Bakauheni: Bongkar Taktik Pintu Sabu 36 Kg yang Gagal Diselundupkan
-
Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang
-
Guncang Bandung! Duet Lifter Lampung Borong 5 Emas di Kejurnas 2026
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Kualitas Udara Membaik, Lampung Akhiri Pembelajaran Daring Akibat Erupsi Krakatau
-
Kasus ISPA di Bandar Lampung Melonjak Seiring Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
-
Bandara Radin Inten II Lampung Beroperasi Lagi Usai Kepungan Abu Krakatau
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Nyawa Melayang di Ruang Tamu, Pelaku Pembunuhan Banjar Agung Akhirnya Menyerah