- Seorang pria berinisial SI ditemukan meninggal dunia mengapung di rawa kawasan Tiyuh Karta pada Senin, 20 April 2026.
- Polisi memastikan korban meninggal akibat kecelakaan karena penyakit vertigo, bukan karena adanya tindakan kekerasan atau kriminalitas.
- Keluarga menolak otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah, sehingga jenazah segera diserahkan untuk proses pemakaman.
SuaraLampung.id - Pencarian keluarga terhadap SI (33) berakhir dengan kabar yang memilukan. Pria asal Tiyuh Gunung Katun Malai ini ditemukan tak bernyawa, mengapung di sebuah rawa di kawasan Tiyuh Karta, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Tulang Bawang Barat (Tubaba), pada Senin malam (20/4/2026).
Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Miskan sekitar pukul 20.40 WIB. Di tengah kegelapan malam, pemandangan di rawa tersebut seketika menggegerkan warga sekitar dan mengundang kehadiran Tim Inafis Sat Reskrim Polres Tubaba bersama personel Polsek Tumijajar.
Berdasarkan hasil identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa ini. SI diduga kuat terjatuh ke rawa dan kehilangan kesadaran akibat penyakit yang dideritanya.
Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat AKP Juherdi Sumandi, menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat medis yang diduga menjadi pemicu kecelakaan tersebut.
"Menurut keterangan sang istri, korban sudah meninggalkan rumah sejak hari Sabtu dan tidak kunjung pulang. Selama ini, korban diketahui memiliki riwayat penyakit vertigo," ujar AKP Juherdi, Selasa (21/4/2026).
Penyakit vertigo yang menyebabkan pusing berputar secara mendadak diduga menyerang korban saat ia berada di dekat area rawa, sehingga korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke air tanpa ada yang menolong.
Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh Tim Inafis, polisi menegaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka akibat benda tajam maupun tumpul di tubuh korban.
Pihak keluarga yang terpukul dengan kejadian ini menyatakan telah menerima kematian SI sebagai murni musibah. Mereka memilih untuk tidak melakukan proses otopsi lebih lanjut agar jenazah bisa segera dimakamkan secara layak.
"Keluarga sudah membuat surat penolakan otopsi. Karena ini murni musibah, kami dari Jajaran Polres Tubaba telah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," tutup AKP Juherdi.
Baca Juga: Tubaba Jadi Primadona Baru: Mengintip Rahasia 70 Ribu Wisatawan 'Serbu' Destinasi Religi di Lampung
Berita Terkait
-
Tubaba Jadi Primadona Baru: Mengintip Rahasia 70 Ribu Wisatawan 'Serbu' Destinasi Religi di Lampung
-
Pemuda Ditemukan Meninggal di Register 30 Ulubelu, Evakuasi Terkendala Medan Ekstrem
-
7 Fakta Mengejutkan di Balik Penemuan Mayat Pria dengan Kepala Terbungkus Plastik di Bandar Lampung
-
Tipu Warga Pakai Seragam Polisi, 7 Fakta Polisi Gadungan di Tulang Bawang Barat
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Misi Penyelundupan 6 Kg Ganja MedanBali Kandas di Pelabuhan Bakauheni
-
Ibu Muda di Lampung Tengah Raup Ratusan Juta dari Bisnis Elektronik Bodong
-
Sopir Tangki CPO Gelapkan Muatan dengan Modus 'Kencing' di Jalan Trimurjo
-
Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda