- Sebuah unggahan viral mengklaim TNI menangkap KKB dan WNA dalam operasi penyisiran di Papua, namun klaim tersebut terbukti tidak benar.
- Hasil penelusuran menemukan video yang beredar merupakan rekaman lama dengan konteks berbeda, bukan peristiwa penangkapan terbaru.
- Tidak ada pernyataan resmi dari TNI, Polri, maupun pemerintah yang mengonfirmasi kebenaran operasi dan penangkapan yang diklaim tersebut.
SuaraLampung.id - Sebuah unggahan video yang sedang viral di media sosial mengklaim bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menangkap sejumlah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan warga negara asing (WNA) saat melakukan operasi penyisiran di Papua. Narasi dalam unggahan itu menyebut kejadian sebagai operasi besar yang baru saja terjadi, dan disertai potongan gambar serta komentar yang memancing emosi publik.
Beredar unggahan video [arsip] pada Selasa (30/12/2025) dari akun Facebook “digital ai” berisi narasi sebagai berikut:
“PEMIRSA, PASUKAN TNI DILAPORKAN BERHASIL MENANGKAP 1 ANGGOTA KKB DAN 1 WARGA ASING DALAM OPERASI PENYISIRAN. KEDUANYA DIDUGA TERLIBAT TRANSAKSI SENJATA DAN LOGISTIK SEBAGAI PENYUPLAI. TEMUAN INI MENIMBULKAN KEMARAHAN APARAT TNI MEMBUKA KASUS INI KE MEDIA DAN MENGELUARKAN PERINGATAN KERAS”.
Per-senin (5/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat 1.941 tanda suka, 252 komentar, dan 119 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.
Namun, sebelum Anda ikut menilai atau menyebarkannya, penting untuk membaca hasil cek fakta yang sebenarnya. Karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan.
Unggahan yang ramai dibagikan di platform seperti Facebook, WhatsApp, dan TikTok menuliskan narasi:
Unggahan ini disebarkan ulang oleh banyak akun tanpa sumber resmi atau konfirmasi lembaga terkait.
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo telah melakukan penelusuran terhadap klaim ini dan menemukan sejumlah fakta kunci:
- Video yang beredar bukanlah rekaman kejadian di Papua yang memperlihatkan penangkapan anggota KKB dan WNA oleh TNI.
Potongan video itu telah beredar sebelumnya dalam konteks yang berbeda dan bukan peristiwa terbaru. Tidak ada bukti kuat yang mengaitkan konten visual tersebut dengan klaim penangkapan yang disebutkan. - Tidak ada pernyataan resmi dari pihak TNI, Polri, atau pemerintah yang mengonfirmasi adanya operasi yang melibatkan penangkapan KKB dan WNA seperti yang digambarkan.
Pernyataan resmi terkait operasi penegakan keamanan di Papua umumnya dirilis melalui kanal media sosial terverifikasi atau rilis institusi — namun klaim ini tidak punya dasar rujukan resmi. - Jika kejadian dramatis semacam ini benar terjadi, umumnya media arus utama akan melaporkannya sebagai berita nasional.
Di sejumlah sumber, konten video yang dipakai sudah lama beredar dengan konteks berbeda — misalnya latihan militer atau operasi yang tidak berkaitan dengan isu yang diklaim dalam unggahan viral tersebut.
Baca Juga: Cek Fakta: Viral Video Polisi Tilang Iring-iringan Pengantar Jenazah, Ini Faktanya!
Dengan demikian, klaim bahwa TNI menangkap anggota KKB dan WNA saat operasi penyisiran adalah informasi yang tidak benar dan menyesatkan.
Kesimpulan: Hoaks / Informasi Menyesatkan
Klaim bahwa TNI menangkap anggota KKB dan warga negara asing dalam operasi penyisiran adalah SALAH dan menyesatkan.
Unggahan yang beredar merupakan konten hoaks yang memadukan video lama dengan narasi baru tanpa dukungan fakta yang valid atau pernyataan resmi dari otoritas terkait.
Mengapa Ini Bisa Menyesatkan?
Unggahan seperti ini:
- Mengaitkan video lama dengan narasi terkini yang tidak berdasar,
- Memanfaatkan isu sensitif seperti konflik di Papua untuk menarik perhatian,
- Tidak menyertakan sumber resmi atau bukti verifikasi, sehingga publik mudah salah paham.
- Isu keamanan dan operasi militer selalu memerlukan konfirmasi dari kanal resmi, terutama jika melibatkan klaim penangkapan tersangka dan keterlibatan warga negara asing.
Tips Cek Fakta Sebelum Share Konten Viral
Sebelum Anda menyebarkan video yang dramatis atau kontroversial:
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Video Polisi Tilang Iring-iringan Pengantar Jenazah, Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: Puan Maharani Usulkan Kenaikan Pajak demi Bantuan Korban Banjir, Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Video Mahasiswa UI Desak DPR Periksa Komnas HAM, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral TNI Kecam Aksi Gubernur Lempar Bantuan dari Helikopter, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Video Polisi Gerebek Kantor Kepala Desa karena Korupsi Bansos, Ini Faktanya
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
Terkini
-
Cek Fakta: Benarkah Kejagung Tetapkan Luhut Jadi Tersangka Korupsi Lahan Batu Bara
-
7 Promo Tambah Daya PLN untuk Rumah Tangga dan UMKM, Diskon 50% Awal 2026
-
5 Fakta Terbaru Kasus SPAM Pesawaran: Pemeriksaan Anggota DPR sampai Sita Aset Miliaran
-
Pantai Tanjung Setia untuk Berburu Ombak Kelas Dunia di Pesisir Barat Lampung
-
5 Kedai Kopi Lokal Terbaik di Bandar Lampung untuk Menikmati Juara Kopi Lampung