- Polda Lampung siaga menghadapi 114 titik rawan bencana
- Mayoritas titik rawan di Lampung adalah wilayah banjir
- Masyarakat diimbau waspada dan antisipatif terhadap bencana
SuaraLampung.id - Musim penghujan kembali menyapa, membawa serta potensi ancaman bencana alam yang selalu menghantui sejumlah wilayah di Lampung.
Menanggapi hal ini, Polda Lampung bersama berbagai instansi terkait menunjukkan kesiapsiagaan penuh melalui apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, Rabu (5/11/2025).
Fokus utama apel ini adalah mengantisipasi dampak banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang berpotensi melanda 114 titik rawan bencana di Bumi Ruwa Jurai.
Irjen Helfi Assegaf menegaskan bahwa kesiapan personel dan peralatan menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat.
"Seluruh personel, baik dari Polda maupun Polres jajaran, sudah kita siapkan lengkap dengan peralatannya dan siap digunakan sewaktu-waktu," ujarnya.
Kesiapsiagaan ini bukan tanpa alasan, mengingat hasil pemetaan menunjukkan bahwa mayoritas, sekitar 85 persen dari 114 titik rawan tersebut, merupakan wilayah langganan banjir tahunan.
Lampung, dengan topografi dan kondisi geografisnya, memang menyimpan banyak lokasi yang rentan terhadap bencana.
Dari 114 titik rawan yang dipetakan, sebagian besar terkonsentrasi pada ancaman banjir. Daerah-daerah aliran sungai (DAS) besar seperti Way Sekampung, Way Seputih, dan Way Tulang Bawang seringkali meluap saat intensitas hujan tinggi, merendam pemukiman warga dan lahan pertanian.
Selain banjir, ancaman tanah longsor juga menjadi perhatian serius, terutama di daerah perbukitan dan pegunungan seperti di Pesisir Barat, Tanggamus, dan Lampung Barat.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Lampung Posisi 3 di Sumatera, Pertanian Jadi Jagoan Utama
Kondisi tanah yang labil, deforestasi, dan curah hujan ekstrem menjadi kombinasi berbahaya yang dapat memicu longsor kapan saja.
Tak ketinggalan, angin puting beliung juga kerap melanda, merusak rumah dan fasilitas umum, terutama di daerah dataran rendah yang terbuka.
Dalam menghadapi potensi bencana yang kompleks ini, sinergi antara berbagai pihak menjadi sangat krusial. Kapolda Lampung menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas, termasuk dukungan dari TNI dan tenaga medis.
"Setiap Polres sudah tahu timnya masing-masing, mulai dari Sabhara, TNI, hingga tenaga medis. Semuanya sudah disiapkan," jelas Irjen Helfi.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat respons di lapangan, mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, hingga penanganan pasca-bencana.
Sebanyak 752 personel Polri dan 242 peserta dari unsur eksternal seperti TNI, BPBD, Basarnas, serta instansi terkait lainnya telah disiagakan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jaringan BRILink Agen Makin Luas, Layani Transaksi Keuangan di Ribuan Desa
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Bantu Jutaan Nasabah Tumbuh dan Naik Kelas Secara Berkelanjutan
-
Pulang dari Pantai Bidadari, 3 Pemuda Diadang Komplotan Begal di Tanggamus
-
Ancam Sebar Aib Keluarga Jadi Senjata Residivis Peras Petani Lampung Tengah
-
Gibran Bakal Menengok Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Labuhan Maringgai