- NTP Lampung naik 0,08% menjadi 127,72 di Oktober 2025
- Ubi kayu dan lele menjadi pendorong utama kenaikan NTP
- Subsektor perkebunan rakyat memiliki NTP tertinggi di 165,34
SuaraLampung.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) di bulan Oktober 2025 sukses merangkak naik ke angka 127,72. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis namun berarti sebesar 0,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan NTP ini menjadi secercah harapan di tengah fluktuasi harga komoditas. Lantas, apa saja pemicu di balik senyum para petani Lampung kali ini?
Menurut Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, M. Sabiel Adi Prakasa, kenaikan NTP ini disebabkan oleh penurunan indeks harga yang dibayar petani yang lebih besar dibandingkan penurunan indeks harga yang diterima petani.
"Indeks harga yang diterima petani memang turun 0,01 persen menjadi 160,05, tapi penurunan indeks harga yang dibayar petani jauh lebih rendah, yakni 0,09 persen," jelas Sabiel dalam rilis daringnya, Senin (3/11/2025).
Beberapa komoditas menjadi tulang punggung yang membuat indeks harga yang diterima petani tidak anjlok terlalu dalam.
Mereka adalah para jawara di pasar lokal: ubi kayu, lele, ikan bawal, cabai merah, tomat, dan sapi potong. Harga-harga komoditas ini relatif stabil atau bahkan membaik, sehingga menyelamatkan pendapatan petani.
Namun, bukan berarti tanpa tantangan. Petani juga harus mengeluarkan biaya lebih untuk beberapa kebutuhan pokok dan biaya produksi.
Komoditas yang berkontribusi pada penurunan indeks harga yang dibayar petani antara lain cabai rawit, bawang merah, beras, cabai merah (lagi!), dan kelapa tua. Ini menunjukkan bahwa meski harga jual beberapa komoditas naik, biaya input juga tetap menjadi perhatian.
NTP Lampung di Oktober 2025 menunjukkan performa bervariasi di tiap subsektor:
Baca Juga: Kecanduan Video Porno Bikin Pemuda Nekat Cabuli Wanita Saat Salat di Masjid Garuntang
- Tanaman Pangan: 104,90
- Tanaman Hortikultura: 118,46
- Tanaman Perkebunan Rakyat: 165,34
- Peternakan: 97,23
- Perikanan Tangkap: 113,21
- Perikanan Budidaya: 96,73
Terlihat jelas bahwa subsektor perkebunan rakyat menjadi primadona dengan NTP tertinggi, menunjukkan daya saing yang kuat di pasar.
Selain NTP, BPS Lampung juga mencatat penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,16 persen. Penurunan ini didominasi oleh melambatnya konsumsi kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,34 persen. Ini bisa menjadi indikasi adanya pengetatan pengeluaran di tingkat rumah tangga.
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Oktober 2025 juga sedikit terkoreksi, menjadi 131,11 atau turun 0,14 persen dari bulan sebelumnya.
NTUP ini mengukur daya tukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi.
Bagi yang belum tahu, NTP adalah indikator krusial yang menggambarkan daya beli petani.
"NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. Ini menunjukkan daya tukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi," jelas Sabiel.
Berita Terkait
-
Kecanduan Video Porno Bikin Pemuda Nekat Cabuli Wanita Saat Salat di Masjid Garuntang
-
Lampung Siapkan 5 Kawasan Pendorong Ekonomi Daerah, Dimana Saja?
-
Damkarmat Berjibaku Padamkan Api di TPA Bakung, Warga Diimbau Waspada
-
Lampung Makin Rame! Hunian Hotel Berbintang Melesat, Turis Asing dan Lokal Kompak Berdatangan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gibran Bakal Menengok Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Labuhan Maringgai
-
Gadis Remaja di Bandar Lampung Jadi Korban Predator Berkedok Lowongan Kerja
-
Ibu dan Balita Tewas Ditabrak Truk Fuso di Lampung Utara
-
Lampung Memasuki Era Aging Population, Apa Itu?
-
Lampung Melesat di Peringkat 2 Sumatera! BI Prediksi Ekonomi Terus Ngegas Hingga Akhir 2026