- Pemprov Lampung mengembangkan lima kawasan industri baru
- Kawasan ini bertujuan mendorong hilirisasi komoditas daerah
- Investasi swasta berperan penting dalam pengembangan ini
SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi Lampung tengah gencar mengembangkan lima kawasan industrial dan production estate yang tersebar di berbagai wilayah, siap menyulap komoditas lokal menjadi produk bernilai tinggi.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemprov untuk mendorong hilirisasi komoditas melalui investasi industri.
"Kami sadar, untuk mengembangkan komoditas menjadi industri, kami butuh kawasan-kawasan industri," ujarnya dalam Lampung Economic Investment Forum, Selasa (4/11/2025).
"Komoditas di Lampung, kami dorong agar bisa dilakukan proses hilirisasi melalui kehadiran investasi di sektor industri," tambah Mirza.
Proyek ambisius ini bukan sekadar wacana. Satu area industrial estate bahkan siap beroperasi tahun depan yaitu Way Kanan Industrial Estate.
Dengan luas fantastis hampir 4.000 hektare, kawasan ini akan dikelola oleh Mayapada Group dan fokus pada industri pertanian. Bayangkan, komoditas dari seluruh Sumatera bagian selatan akan diproses di sini.
Tak ketinggalan, Lampung Selatan juga akan memiliki dua kawasan industri dan produksi, bekerja sama dengan investor swasta.
Lalu ada Tanggamus Industrial Estate. Kawasan ini siap menjadi primadona baru di tahun depan, khususnya untuk industri maritim.
Dilengkapi dengan dermaga baru berkedalaman 25 meter dan luas 300 hektare, dermaga Tanggamus akan mampu menampung kapal-kapal raksasa berbobot 100.000 ton.
Baca Juga: Damkarmat Berjibaku Padamkan Api di TPA Bakung, Warga Diimbau Waspada
Selain itu, dermaga baru juga akan dikembangkan di Sebalang, Lampung Selatan, dengan luas sekitar 50 hektare. "Semua open for investation," tegas Gubernur, mengundang para investor swasta untuk bergabung dalam pengembangan kawasan dermaga dan industri ini.
Setelah semua kawasan ini berkembang optimal, Pemprov Lampung berencana menambah satu kawasan industri lagi, memperkuat kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Intip Lebih Dekat 5 Kawasan Industri dan Produksi Lampung:
- Way Kanan Industrial Estate (Kabupaten Way Kanan): Luas 4.500 hektare, fokus pada industri pertanian.
- Tanggamus Industrial Estate (Kabupaten Tanggamus): Luas 1.200 hektare, fokus pada industri maritim.
- Tanjung Bintang Industrial Estate (Kabupaten Lampung Selatan): Luas 127 hektare, fokus pada pembangunan berbasis industri.
- Katibung Industrial Estate (Kabupaten Lampung Selatan): Luas 300 hektare, fokus pada industri minyak, gas, dan petrokimia.
- Gedung Wani Production Estate (Kabupaten Lampung Selatan): Luas 4.000 hektare.
(ANTARA)
Berita Terkait
-
Damkarmat Berjibaku Padamkan Api di TPA Bakung, Warga Diimbau Waspada
-
Lampung Makin Rame! Hunian Hotel Berbintang Melesat, Turis Asing dan Lokal Kompak Berdatangan
-
Jembatan Liwa-Hanakau Putus Diterjang Banjir, Pemkab Lambar Tempuh Perbaikan Darurat
-
Ekspor Lampung Meroket! Surplus Rp6,8 Triliun di September 2025, Minyak Nabati Jadi Raja
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
Terkini
-
Kisah Haru Erin, Gajah Berbelalai Buntung yang Kerap 'Minder' di Way Kambas
-
Bongkar Salon & Pintu HR-V, Polisi Sita 9.954 Cartridge Etomidate Sabu Rp29,8 Miliar di Bakauheni
-
BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta
-
Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga
-
Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan