- Bandar Lampung berpotensi jadi kota prioritas perdagangan nasional
- Pemerintah Provinsi Lampung akan membangun daerah penyangga kota
- Pemerintah pusat telah menetapkan 50 kota prioritas pembangunan ekonomi
SuaraLampung.id - Bandar Lampung, siap-siap menyongsong era baru. Kota ini berpotensi besar menjadi Kota Prioritas Nasional Khusus Perdagangan.
Sebagai informasi, pemerintah pusat memang telah menetapkan 50 kota di Indonesia sebagai prioritas pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Puluhan kota ini terbagi dalam berbagai kategori, mulai dari kota metropolitan hingga kota kecil berkualitas.
Dan kabar baiknya, Bandar Lampung masuk dalam kategori kota perdagangan. Ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang akan fokus pada perbaikan infrastruktur di 50 kota prioritas ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mendukung Bandar Lampung menjadi kota perdagangan.
"Tentu untuk mendukung perkembangan Kota Bandar Lampung sebagai kota prioritas perdagangan, maka kita akan bangun pastinya daerah-daerah penyangga Kota Bandar Lampung," tegas Marindo, Kamis (23/10/2025).
Daerah-daerah penyangga seperti Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan Kota Metro akan menjadi garda terdepan dalam mendukung geliat perdagangan Bandar Lampung.
Tak hanya itu, kecamatan-kecamatan strategis yang menjadi pintu gerbang utama ke kota ini, seperti Panjang, Way Halim, dan Korpri, juga akan diperkuat secara maksimal.
Sebagai ibukota Provinsi Lampung, Bandar Lampung memang punya peran krusial. Marindo Kurniawan menambahkan, Bandar Lampung pihaknya akan meningkatkan perannya dalam mendukung perputaran perekonomian sebagai kota pusat perdagangan dan pusat kegiatan nasional.
Ini berarti, jangan kaget jika ke depannya Bandar Lampung akan semakin semarak dengan berbagai kegiatan seni budaya, olahraga, dan tentu saja, jual beli yang akan dimaksimalkan! Bayangkan, kota yang makin hidup dan berdaya saing.
Baca Juga: DPRD Telusuri Kasus Siswi SMPN 13 Bandar Lampung Berhenti Sekolah karena Bully, Ini Hasilnya
Marindo sangat berharap, pemerintah pusat bisa memberikan dukungan penuh dari sisi kebijakan, regulasi perdagangan, dan berbagai aspek lainnya. Dan tentu saja, Pemerintah Provinsi Lampung siap bergerak cepat.
"Pemerintah Provinsi Lampung akan menindaklanjuti berbagai hal tersebut, dengan begitu maka harapannya Bandarlampung menjadi kota yang maju khususnya dalam hal perdagangan terealisasi dengan baik," tutup Marindo. (ANTARA)
Berita Terkait
-
DPRD Telusuri Kasus Siswi SMPN 13 Bandar Lampung Berhenti Sekolah karena Bully, Ini Hasilnya
-
Cemburu Berujung Petaka: Wanita di Bandar Lampung Rusak Bagian Sensitif Kekasih Gelap
-
Siswi SMP Disekap di Penginapan di Bandar Lampung Diduga Dilecehkan, Ibu Korban Histeris
-
Pemkot Bandar Lampung Target Wisatawan Naik 14 Persen, Apa Saja yang Ditawarkan?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu