- Seorang ibu melaporkan dugaan penyekapan dan pelecehan terhadap anaknya
- Anak korban disekap selama empat hari di sebuah penginapan
- Korban mengalami trauma berat dan enggan melanjutkan sekolah
SuaraLampung.id - Hati seorang ibu mana yang tak hancur mendengar putri tercintanya menjadi korban kejahatan? Itulah yang dialami P, seorang ibu rumah tangga asal Lampung Tengah.
P kini berjuang mati-matian mencari keadilan bagi anaknya berinisial T, siswi SMP yang diduga menjadi korban penyekapan dan pelecehan oleh seorang pria dewasa berinisial WH asal Panjang, Bandar Lampung.
Gadis belia itu diduga disekap selama empat hari penuh di sebuah penginapan di kawasan Telukbetung Utara, Bandar Lampung.
Tak kuasa menahan air mata, P mendatangi Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nasional Sopian Sitepu, berharap mendapat perlindungan dan bantuan hukum.
"Saya tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menangis," ujar P dengan suara bergetar, Selasa (21/10/2025) dikutip dari ANTARA.
Tak hanya itu, P juga telah melaporkan dugaan tindak pidana perlindungan anak ini ke Mapolresta Bandar Lampung pada 11 Oktober 2025, dengan nomor laporan LP/B/1497/X/2025/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung.
Menurut penuturan P, semua bermula saat pelaku, WH, mengenal anaknya melalui media sosial. Pada 4 Oktober 2025, T pamit pergi namun tak kunjung pulang. Belakangan diketahui, T pergi bersama pelaku ke sebuah penginapan di Bandar Lampung.
"Anak saya diiming-imingi untuk makan mi di Bandar Jaya, Lampung Tengah," jelas P.
Namun, alih-alih makan mi, T yang belum pernah ke Bandar Lampung justru terkejut karena dibawa pelaku ke sebuah penginapan. Empat hari lamanya P dan keluarga diliputi cemas.
Baca Juga: Pemkot Bandar Lampung Target Wisatawan Naik 14 Persen, Apa Saja yang Ditawarkan?
"Sejak pergi itu, anak saya empat hari tidak pulang dan ponselnya diambil pelaku sehingga kami tidak bisa menghubungi anak kami," kata P, mencoba menahan emosi.
"Anak kami mengadu kepada saya bahwa dia disekap di sebuah penginapan dan mendapatkan perbuatan tidak senonoh," tambahnya pilu.
Pada 8 Oktober 2025, T akhirnya pulang sendiri ke rumah, berjalan kaki setelah hanya diantar pelaku di Bandar Jaya, Lampung Tengah. Namun, kepulangan T membawa luka mendalam. Kondisi psikis gadis itu sangat terpukul.
"Anak saya hanya nangis, katanya tidak mau sekolah lagi karena malu," ungkap P. Trauma yang dialami T begitu hebat, membuatnya enggan melanjutkan pendidikan.
P kini meminta LBH dan kepolisian agar dapat membantu anaknya mendapatkan keadilan seadil-adilnya.
"Kami mohon kepada Pak Sopian Sitepu agar dapat membantu kami mencari keadilan. Kami juga mohon kepada kepolisian agar menindaklanjuti laporan kami karena hingga saat ini pelaku belum juga ditangkap melainkan masih bergerak bebas di rumahnya," pungkas P. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total
-
BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal
-
Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander
-
Fotografer di Lampung Timur Dibantai: Pelaku Diciduk di Bakauheni
-
Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api