-
Itera meluncurkan Bus Rapid Transit (BRT) rute kampus-Mal Boemi Kedaton (MBK)
-
BRT ini dilengkapi teknologi Smart BRT seperti aplikasi pelacak dan pembayaran digital
-
Uji coba operasional akan dimulai pekan depan dan digratiskan
SuaraLampung.id - Institut Teknologi Sumatera (Itera) menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan solusi transportasi publik berbasis teknologi.
Rencananya Itera meluncurkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) yang menghubungkan kawasan kampus Itera dengan Mal Boemi Kedaton (MBK) di Bandar Lampung.
Inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak awal penerapan sistem transportasi canggih yang mendukung mobilitas warga Kota Bandar Lampung.
Ketua Tim Pengembang Teknologi Smart BRT Itera, Muhammad Abi Berkah Nadi, menyatakan bahwa proyek ini merupakan langkah konkret Itera dalam menyumbangkan inovasi untuk masyarakat.
"Pengembangan BRT Itera yang dilakukan oleh tim akan menjadi tahap awal penerapan sistem transportasi berbasis teknologi yang dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat Kota Bandarlampung," ujar Abi, Senin (6/10/2025).
Abi menjelaskan bahwa tim Smart BRT Itera telah merampungkan rancangan teknologi untuk operasional BRT Itera-MBK.
Berbagai perangkat pendukung telah disiapkan untuk memastikan pengalaman perjalanan yang modern dan nyaman bagi penumpang. Ini termasuk pemasangan CCTV, sistem pembayaran digital, serta koneksi WiFi gratis di dalam bus.
"Dalam sisi teknisnya, kami sudah menyelesaikan beberapa fitur-fitur, di mana nanti akan kami berikan untuk pelayanan kepada penumpang," tambahnya.
Tak hanya itu, Smart BRT ini juga akan dilengkapi dengan aplikasi khusus yang dapat diunduh, sementara ini tersedia untuk pengguna Android.
Baca Juga: Itera Terima Dana Internasional untuk Selamatkan Tanaman Kantong Semar
Aplikasi ini menawarkan fitur-fitur inovatif seperti pelacakan posisi bus secara real-time, CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memantau jumlah penumpang, serta akses WiFi gratis yang dapat dimanfaatkan oleh para penumpang selama perjalanan.
Salah satu inovasi utama yang diusung oleh Smart BRT ini adalah sistem pembayaran nontunai. Penumpang dapat melakukan pembayaran menggunakan kartu elektronik atau melalui QRIS, memberikan kemudahan dan kecepatan transaksi.
Meskipun demikian, pembayaran tunai masih dimungkinkan dan akan dikonversi langsung ke sistem saldo kartu oleh pengemudi, memastikan semua kalangan dapat menikmati layanan ini.
Pada tahap awal, Itera akan mengoperasikan tiga unit bus, khususnya selama jam-jam sibuk, yaitu pagi dan sore hari, untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat secara umum.
"Dalam satu pekan ini kami akan uji coba operasional BRT rute Itera-MBK, direncanakan dilakukan pekan depan, dan menggratiskan bagi warga Kota Bandar Lampung yang ingin menggunakan BRT tersebut," ungkap Abi.
Kehadiran BRT Itera-MBK ini diharapkan tidak hanya memberikan solusi transportasi yang efisien, tetapi juga turut berkontribusi dalam mengatasi permasalahan perkotaan.
Berita Terkait
-
Itera Terima Dana Internasional untuk Selamatkan Tanaman Kantong Semar
-
Menteri P2MI Minta Itera Jadi Pusat Cetak Tenaga Kerja Profesional untuk Luar Negeri
-
Terobosan Melawan Pembunuh Senyap Wanita: Dosen ITERA Teliti Murbei Jadi Obat kanker Serviks
-
Itera Cetak Guru Besar Ahli Tata Kota Berkelanjutan
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Terbangun Suara Gemuruh, Karyawan Mebel di Sukadanaham Syok Lihat Api Lahap Gudang Rp200 Juta
-
24 Hari Membara, 30 Hektare Hutan Way Kambas Masih Mengepulkan Asap
-
Berangkat Subuh Hanya Perahu yang Pulang: Nelayan Pesisir Barat Hilang Diterjang Ombak 2,5 Meter
-
Ini Daftar 6 Bakal Calon Rektor Unila 20272031: Panitia Larang Keras Aksi Saling Menjatuhkan
-
Titik Api Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gempur Karhutla Lewat Operasi Udara dan Pasukan Darat