- Brigjen Helfi Assegaf ditunjuk menjadi Kapolda Lampung
- Dia hanya sekali melaporkan harta kekayaannya ke KPK selama berkarier di Polri
- Total harta kekayaan Brigjen Helfi Assegaf sebesar Rp2.840.000.000
SuaraLampung.id - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf sebentar lagi akan menyandang pangkat bintang 2 seiring penunjukan dirinya sebagai Kapolda Lampung.
Mutasi jabatan Brigjen Helfi Assegaf tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/ 2192 /IX/KEP./2025 tertanggal 24 September 2025.
Alumnus Akpol 1992 ini menggantikan adik letingnya, Irjen Helmy Santika, Akpol 1993, yang dimutasi sebagai Pati Itwasum Polri.
Harta Kekayaan Brigjen Helfi Assegaf
Selama malang melintang di Polri, Brigjen Helfi Assegaf hanya satu kali menyerahkan laporan harta kekayaannya ke KPK pada tahun 2022 lalu saat masih menjadi penyidik Bareskrim Polri.
Total harta kekayaan Brigjen Helfi Assegaf tercatat sebesar Rp2.840.000.000. Angka ini menunjukkan stabilitas finansial seorang perwira tinggi kepolisian yang karirnya terus menanjak. Mari kita bedah lebih dalam aset yang dimiliki Brigjen Helfi.
Aset terbesar Brigjen Helfi berasal dari sektor properti. Ia tercatat memiliki sebidang tanah dan bangunan seluas 105 m2/120 m2 di Kabupaten/Kota Tangerang Selatan.
Properti ini merupakan hasil jerih payah sendiri dengan nilai fantastis Rp1.650.000.000. Ini menunjukkan investasi yang signifikan pada sektor properti di wilayah penyangga ibu kota yang terus berkembang.
Selain properti, Brigjen Helfi juga dikenal sebagai penggemar otomotif. Koleksi kendaraannya didominasi oleh dua unit mobil mewah Toyota Fortuner. Uniknya, kedua mobil ini dibeli secara mandiri dalam dua tahun berdekatan yaitu Toyota Fortuner Tahun 2020 senilai Rp450.000.000 dan Toyota Fortuner Tahun 2021 senilai Rp490.000.000.
Baca Juga: Rekam Jejak Brigjen Helfi Assegaf, Kapolda Lampung Baru Gantikan Helmy Santika
Total nilai alat transportasi dan mesin miliknya mencapai Rp940.000.000, menunjukkan preferensi pada kendaraan yang tangguh dan nyaman untuk menunjang mobilitasnya.
Tak hanya aset tidak bergerak, Brigjen Helfi juga memiliki aset likuid dalam bentuk kas dan setara kas sebesar Rp250.000.000.
Menariknya, dalam data harta kekayaannya, Brigjen Helfi tidak memiliki utang sama sekali, yang menegaskan posisi keuangannya yang sangat sehat.
Jejak Karier Moncer Jenderal Kelahiran Blitar
Brigjen Helfi Assegaf lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 22 April 1970. Lulus dari SMAN 1 Malang pada 1989, ia kemudian menapaki jalan kepolisian dengan masuk Akademi Kepolisian dan lulus pada tahun 1992.
Perjalanan pendidikan kepolisiannya pun gemilang, mulai dari PTIK, SESPIMEN, hingga SESPIMTI. Dalam perjalanan kariernya, ia telah menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari Kapolsek hingga Kasat Reskrim di berbagai wilayah, bahkan pernah menjadi Kabid Humas Polda Sumut dan Karorena Polda Kalbar.
Sebelum dipercaya memimpin Dirtipideksus Bareskrim Polri, ia menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tk.II Bareskrim Polri.
Penunjukan Helfi sebagai Dirtipideksus tentu bukan tanpa alasan, mengingat latar belakangnya yang kaya pengalaman di bidang reserse dan investigasi, termasuk pendidikan spesialisasi di bidang kejahatan perbankan, pencucian uang, hingga investigasi keuangan kompleks di kancah internasional.
Biodata Helfi Assegaf
Nama Lengkap: Brigjen Pol Helfi Assegaf SIK, MH
Tempat Lahir: Blitar, Jawa Timur
Tanggal Lahir: 22 April 1970
Agama: Islam
Istri: Ida Helfi
Riwayat Pendidikan Kejuruan/Spesialisasi:
- Perwira Khusus Reserse Pusdik Reskrim Polri
- Management Investigattion DOJ USA
- Financial Investigation Apeldoorn – Belanda
- Complex Financial Investigation – Ilea Thailand
- Money Laundring Investiigation JCLEC
- Trainer For Money Laundring Investigation – JCLEC
Tag
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Brigjen Helfi Assegaf, Kapolda Lampung Baru Gantikan Helmy Santika
-
Jadi Tersangka Korupsi, Segini Harta Kekayaan Heri Wardoyo
-
Pantas Ingin Rampok Uang Negara, Harta Wahyudin Moridu Ternyata Minus
-
Menelisik Kekayaan Fantastis Tutut Soeharto yang Menggugat Menkeu: Miliki Properti Mewah di Eropa
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Cara Menghitung Bunga Tunggal Tabungan Bank dengan Rumus dan Contoh Soal
-
Kenapa Tol Terpeka Ditutup? Hutama Karya Sebut Ada Kepentingan Pertahanan Negara
-
7 Fakta Pemerasan Berkedok Wartawan di Tulang Bawang, Korban Diancam Sebar Foto Pribadi
-
Noodle Fair Alfamart Februari 2026: Mie Instan Favorit Promo Besar, Ada Beli 1 Gratis 1