SuaraLampung.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan bahwa garis kemiskinan di Lampung pada Maret 2025 sebesar Rp612.451 per kapita per bulan.
Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan garis kemiskinan pada Maret 2025 sebesar Rp612.451 per kapita per bulan dibandingkan September 2024.
"Garis kemiskinan naik sebesar 2,24 persen. Sementara jika dibandingkan Maret 2024 terjadi kenaikan 4,42 persen," ujar Ahmadriswan Nasution, Jumat (25/7/2025).
Berdasarkan komponen garis kemiskinan yakni garis kemiskinan makanan sebesar 74,76 persen dan garis kemiskinan bukan makanan 25,24 persen, peran komoditas makanan lebih besar dari peran komoditas bukan makanan.
Besar sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan di Maret 2025 di perkotaan sebesar 73,82 persen dan di pedesaan sebesar 75,37 persen.
"Sedangkan untuk garis kemiskinan bukan makanan di Maret 2025 di perkotaan sebesar 26,17 persen serta di pedesaan sebesar 24,63 persen," katanya.
Ahmadriswan menjelaskan di Maret 2025 komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan di perkotaan dan pedesaan umumnya sama. Beras masih memberi sumbangan terbesar sebesar 19,22 persen di perkotaan dan 23,09 persen di pedesaan.
"Kemudian rokok kretek filter sumbangan terhadap garis kemiskinan di perkotaan 14,80 persen pedesaan 11,80 persen, telur ayam di perkotaan 4,24 persen di pedesaan 4,06 persen, dan tempe sumbangan terhadap garis kemiskinan di perkotaan 2,50 persen, di pedesaan 2,37 persen," ucap dia.
Sedangkan memberi sumbangan terhadap garis kemiskinan dari bukan makanan yaitu perumahan dengan sumbangan 7,78 persen, dan di pedesaan 7,94 persen, bensin perkotaan 3,76 persen dan pedesaan 3,15 persen, listrik untuk sumbangan di perkotaan 2,75 persen dan di pedesaan 2,16 persen.
Baca Juga: Kemiskinan di Lampung Berkurang: Data BPS Ungkap Tren Positif di Perkotaan dan Pedesaan
Dari pendidikan, sumbangan garis kemiskinan di perkotaan 2,71 persen, dan di pedesaan 1,49 persen.
Jumlah Penduduk Miskin
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan jumlah penduduk miskin di Lampung mengalami pengurangan sebanyak 52,3 ribu orang pada Maret 2025.
"Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 10,00 persen turun 0,62 persen terhadap September 2024 dan turun 0,69 persen di Maret 2024," ujar Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution, Jumat (25/7/2025).
Ia mengatakan jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sebanyak 887 ribu orang, dan mengalami penurunan sebanyak 52,3 ribu orang terhadap September 2024. Serta menurun sebanyak 54,21 orang terhadap Maret 2024.
"Persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2025 sebesar 7,49 persen jika dibandingkan terhadap September 2024 atau menurun 0,42 persen," katanya.
Berita Terkait
-
Kemiskinan di Lampung Berkurang: Data BPS Ungkap Tren Positif di Perkotaan dan Pedesaan
-
Lampung Barat Bentuk Satgas Makan Bergizi Gratis, Dapur Gizi Nasional Segera Hadir
-
80 Persen Daerah di Lampung Punya Mal Pelayanan Publik, Wamen PANRB Bilang Begini
-
Jalan Rusak di Bandar Lampung, Eva Dwiana Salahkan Truk Perusahaan yang Melintas
-
Miris! Hanya Segini Lulusan SMP Lampung yang Lanjut SMA, Pemprov Ambil Tindakan
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
BRI Dipastikan Bersih dalam Kasus Kredit PT SAL dan PT BSS, Kerugian Negara Sudah Kembali
-
Nasib Jurnalis di Lampung: Gaji Dicicil, BPJS Nunggak, LBH Siap Seret Perusahaan ke Pidana
-
Transaksi QRIS di Lampung Tembus Rp1,8 Triliun
-
Lansia Dikira Tertidur di Lantai Atas Masjid Metro, Saat Dibangunkan Ternyata Sudah Tiada
-
Setoran Pajak di Lampung Tembus Rp3,32 Triliun, Sinyal Kuat Bisnis Kian Bergairah?