SuaraLampung.id - Dengan seragam rapi, pangkat Bripda tersemat di bahu, dan borgol menggantung di pinggang, IFY (22) tampil begitu meyakinkan.
Namun, di balik citra gagah aparat negara itu, tersimpan niat busuk untuk menguras harta korbannya. Aksi penipuan berkedok polisi gadungan ini akhirnya dihentikan oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tulang Bawang Barat, mengungkap kerugian fantastis hingga Rp 170 juta.
Kasus ini tak hanya soal penipuan, tetapi juga tentang bagaimana simbol negara dengan mudah disalahgunakan untuk memperdaya mimpi seseorang menjadi abdi negara.
Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) Iptu Tosira menegaskan keseriusan pihaknya dalam menangani kasus ini.
"Kasus penipuan dan atau penggelapan melanggar Pasal 372 Dan atau 378 Kuhpidana, Kejadian terjadi di rumah korban dengan modus sebagai polisi gadungan, ini merupakan komitmen kepolisian dalam memberantas segala bentuk penyalahgunaan simbol dan atribut negara untuk tindakan melawan hukum," ujar Iptu Tosira pada Jumat (25/07/2025).
Peristiwa ini berawal pada Rabu, 28 Agustus 2024. Siang itu, IFY dengan percaya diri mendatangi rumah korban berinisial DR (32) di Tiyuh Kagungan Ratu.
Sasaran utamanya adalah adik korban, DRS, yang didatanginya dengan tawaran menggiurkan: bantuan untuk lolos menjadi anggota Polri melalui "koneksinya di Polda".
Awalnya, korban sempat menolak dengan alasan klasik, keterbatasan biaya. Namun, IFY tak kehilangan akal. Dengan rayuan dan jaminan meyakinkan, tembok pertahanan korban akhirnya runtuh.
Korban mulai menyetorkan uang secara bertahap, berharap mimpi adiknya menjadi kenyataan. Tanpa sadar, total uang yang telah diserahkan mencapai angka Rp170.000.000,-.
Baca Juga: 'Neraka' 2 Bulan di Tumijajar: Suami Tega Rantai Leher Istri Diselamatkan Anak
Kecurigaan baru muncul setelah korban mendapat informasi krusial dari Bhabinkamtibmas setempat yang menyatakan bahwa IFY bukanlah anggota Polri.
Mimpi itu seketika hancur, berganti dengan rasa syok dan penyesalan. Merasa telah menjadi korban penipuan besar, DR segera melapor ke Polres Tulang Bawang Barat.
Laporan korban langsung ditindaklanjuti. Tim gabungan dari Si Propam, Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat, dan Polsek Tumijajar bergerak cepat. Pada Rabu, 23 Juli 2025, pelaku berhasil diringkus di kediamannya tanpa perlawanan berarti.
Yang mengejutkan, saat penggeledahan, petugas menemukan "gudang" atribut yang digunakan IFY untuk membangun citranya.
Barang bukti yang diamankan menunjukkan totalitasnya dalam menipu:
- Satu set seragam PDH dan PDLT Polri.
- Rompi hitam bertuliskan "Polisi".
- Dasi dengan logo Polri.
- Sepatu dinas, pangkat Bripda, hingga borgol.
- Berbagai kaos dan jaket bertuliskan satuan elite seperti Jatanras, Tekab 308, dan Quick Response Team.
"Pelaku berikut sejumlah barang bukti yang digunakan untuk memperdaya korban diamankan petugas, Selanjutnya membawa pelaku ke Polres Tulang Bawang Barat guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Iptu Tosira.
Berita Terkait
-
'Neraka' 2 Bulan di Tumijajar: Suami Tega Rantai Leher Istri Diselamatkan Anak
-
Modus Penipuan Gabah di Lampung Timur! Korban Rugi Ratusan Juta
-
Napi Lampung Jadi Polisi Gadungan di TikTok: Modus Peras Korban Ratusan Juta
-
Korupsi Dana KB: Mantan Bendahara Dinas PPKB Tubaba Ditahan
-
Waspada Penipuan, BRI: Rajin Memverifikasi dan Jangan Percaya pada Informasi Tak Jelas Sumbernya
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung
-
Perkuat Inklusi Keuangan, BRImo Bukukan 3,32 Miliar Transaksi hingga Juni 2026
-
Servis Motor Timbulkan Percikan Api, Mobil Pikap Hingga Sepeda Anak Hangus
-
Pemicu Konflik Anak Tuha Versi Kapolres Lampung Tengah
-
Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat