SuaraLampung.id - Universitas Lampung (Unila) terus berkomitmen pada upaya konservasi dan pendidikan budi daya anggrek, terutama spesies asli Lampung, melalui optimalisasi pemanfaatan Pusat Penelitian Pengembangan Genetik Anggrek.
Saat ini Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unila terus mengembangkan inovasi spesies seperti Dendrobium phalaenopsis, Phalaenopsis amabilis, Vanda Insignis, dan Vanda Limbata, melalui pusat penelitian tersebut.
Rektor Unila Prof Lusmeilia Afriani menyampaikan pusat penelitian tersebut dibentuk dengan tujuan menjadikan Unila sebagai institusi yang unggul dalam konservasi anggrek di Indonesia.
Menurut dia, kegiatan pusat penelitian difokuskan pada penyelamatan spesies lokal yang terancam punah, seperti anggrek dari wilayah Kabupaten Tanggamus. Kedepannya, kata dia, cakupan konservasi bisa mencakup spesies anggrek dari berbagai daerah di Indonesia.
"Pusat penelitian, pengembangan, dan sumber daya genetik anggrek, diharapkan dapat menjadi unit bisnis yang dikembangkan Badan Pengelola Usaha Unila sekaligus melalui eduwisata anggrek Unila, dalam rangka hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan," ujarnya.
Selain konservasi, pusat penelitian ini aktif dalam pengembangan teknik budidaya anggrek, termasuk penggunaan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) untuk mempercepat proses pembungaan, pertumbuhan akar, dan tunas. Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian baik oleh dosen maupun mahasiswa S-2 dan S-3.
Salah satu produk inovatif adalah ShootMore, formula yang efektif untuk merangsang pembentukan tunas anakan. Keefektifan ShootMore merupakan hasil dari fine–tuning berbagai eksperimen menggunakan tanaman model seperti anggrek dan aglaonema.
Pusat penelitian ini juga memiliki berbagai fasilitas mencakup rumah kaca yang berfungsi sebagai media edukasi publik. Rumah kaca tersebut menjadi lokasi praktikum mahasiswa dan media pembelajaran langsung tentang konservasi dan budidaya anggrek.
Pusat penelitian itu juga menjadi wadah kegiatan komunitas internal Unila yang bernama Unila Orchid Lovers (UOLS). Komunitas UOLS terdiri dari dosen dan peneliti yang secara informal berdiskusi dan merancang kegiatan seputar anggrek.
Baca Juga: Rp100 Juta Per Kelurahan! Koperasi Merah Putih di Bandar Lampung untuk Penguatan UMKM
Untuk mendukung komitmen pelestarian, Unila juga tengah mendorong konsep green campus dengan menempelkan anggrek-anggrek hasil konservasi di berbagai titik di lingkungan universitas.
Ketua Pusat Penelitian Prof Yusnita memastikan berbagai hasil riset dari pusat penelitian mengenai budi daya anggrek akan dipublikasikan dan didiskusikan dengan mengundang berbagai pihak eksternal untuk mendukung pelestarian anggrek.
"Pusat penelitian ini diharapkan menjadi bagian penting dari penguatan peran Unila di dalam konservasi lingkungan dan peningkatan literasi biodiversitas, baik di kalangan akademisi maupun masyarakat umum," ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Rp100 Juta Per Kelurahan! Koperasi Merah Putih di Bandar Lampung untuk Penguatan UMKM
-
Korupsi SPAM Bandar Lampung: Satu Terpidana Lunasi Kerugian Negara
-
Polinela Jadi Politeknik Terluas se-Indonesia Berkat Hibah Lahan 50 Hektare
-
Otak Korupsi Bank BUMN di Pringsewu Terungkap: Kuras Dana Nasabah Rp 17,9 Miliar dengan Akun Palsu
-
Juli Panen Rezeki! Bulog Lampung Salurkan 14.659 Ton Beras Bantuan Pangan
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Pemprov Lampung Jadikan UMKM Center Sebagai Magnet Wisata Belanja 15 Kabupaten/Kota
-
Niat ke Hajatan Berujung Petaka: Petani di Pesisir Barat Ditebas Golok Saat Hendak Bertamu
-
Syahwat Politik Berujung Bui: Menanti Sidang Perdana Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya
-
Ikan Hias Mati karena Listrik Padam: Derita Warga Pringsewu Terbayar Usai Pencuri Kabel Diringkus
-
Residivis di Pringsewu Terjang Pintu Kaca Alfamart Demi Kabur dari Kejaran Warga, Berakhir Nahas