Wakos Reza Gautama
Jum'at, 04 April 2025 | 14:47 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah kakak beradik yang tenggelam di Sungai Bawang Latak, Tulang Bawang, Kamis (3/4/2025). [Dok Basarnas Lampung]

Kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke pihak Basarnas untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.

Menindak lanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah mengerahkan satu tim rescue untuk menuju lokasi dan melakukan operasi SAR.

Pada operasi SAR hari ke-2 Kamis (3/4/2025) pukul 06.30, tim SAR gabungan membagi tim menjadi 2 SRU. SRU 1 menggunakan perahu karet Basarnas melakukan penyisiran sejauh 1 Nautical Mile (NM) dari lokasi kejadian. SRU 2 melakukan penyisiran via darat dibibir pantai dengan tetap berkoordinasi dengan SRU 1.

Pada pukul 07.00 WIB Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan sekitar jarak 0,8 NM atau sekitar 1,4 km dari lokasi kejadian.

Sebelumnya seekor buaya muara muncul dan meresahkan wisatawan pengunjung pantai yang berada di Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Kemunculan buaya tersebut pertama kali terlihat oleh warga sekitar di Pantai Sepenan, Desa Merak Belantung.

Kepala Bidang Damkar pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan Rully Fikriansyah mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap buaya yang meresahkan warga desa tersebut.

"Iya, kami dari Damkarmat Lampung Selatan hingga saat ini masih terus melakukan penyisiran untuk menangkap buaya itu, karena memang lokasi kemunculan buaya tersebut berada di kawasan dekat dengan pantai yang banyak pengunjungnya," kata dia dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut

Load More