Wakos Reza Gautama
Minggu, 02 Februari 2025 | 07:10 WIB
Juwandi menunjukkan foto sang istri yang meninggal dunia usai melahirkan anak pertama. Juwandi mencium ada kejanggalan di balik praktik bidan tempat istrinya melahirkan di Kabupaten Lampung Timur. [Suara.com/Agus Susanto]

"Saya berharap pihak terkait melakukan investigasi terhadap klinik Bu Ret saya khawatir penanganannya tidak profesional jika memang dugaan saya benar mohon jangan diberikan izin praktik saya khawatir ada korban lagi," ucap Juwandi.

Saat dikonfirmasi di kediamannya, Bidan Ret enggan memberikan tanggapan terkait peristiwa meninggalnya pasien persalinan bernama Putri Afriza, serta sidak yang dilakukan oleh DPRD dan Dinas Kesehatan di kliniknya.

Ia menyerahkan seluruh hasil keputusan dan kajian terkait klinik yang telah dikelolanya selama 19 tahun tersebut kepada pihak Dinas Kesehatan.

“Kami serahkan semua hasilnya kepada Dinas Kesehatan saja. Terkait hal lainnya, maaf kami tidak bisa memberikan penjelasan,” ujar Bidan Ret, Sabtu (1/2/2025).

Bidan Ret mengakui bahwa saat ini kliniknya tidak lagi memberikan layanan persalinan, melainkan hanya menyediakan pelayanan pemeriksaan kesehatan umum.

Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Lampung Timur, Yuni, saat dimintai keterangan, mengatakan bahwa pada Senin (3/2/2025), pihaknya akan mengadakan rapat dengan Dinas Kesehatan untuk membahas persoalan yang melibatkan Bidan Ret.

"Kami belum bisa memberikan pernyataan yang spesifik karena pada Senin besok masih akan dirapatkan dengan Dinas Kesehatan mengenai hasil sidak yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan anggota DPRD Komisi IV," kata Yuni singkat.

Kontributor : Agus Susanto

Baca Juga: Ledakan Guncang Lampung Timur, 1 Nelayan Tewas

Load More