SuaraLampung.id - Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika mengapresiasi masyarakat yang menjaga situasi tetap kondusif di perayaan malam tahun baru 2025.
Helmy Santika mengimbau masyarakat yang merayakan tahun baru untuk tetap menjaga ketertiban berlalu lintas saat melakukan perjalanan ke tempat wisata.
Kapolda menekankan pentingnya kesiagaan seluruh personel TNI dan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tempat ibadah, lokasi wisata, maupun pusat keramaian.
"Kami mengutamakan zero accident dalam setiap kegiatan perayaan ini, kami telah melakukan pengamanan di sejumlah tempat wisata seperti Kalianda dan Mutun," ujar Irjen Helmy Santika.
Kemudian tim gabungan dari Basarnas hingga Dinas Pariwisata, juga sudah dikerahkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, terutama jika terjadi cuaca buruk.
Kapolda Lampung ingin memastikan semua masyarakat Lampung yang merayakan dapat melakukannya dengan aman dan nyaman.
Polda Lampung menyiapkan 68 pos strategis di titik vital pada Operasi Lilin Krakatau 2024 guna mengamankan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Rinciannya, terdapat 49 pos pengamanan, 18 pos pelayanan, serta 1 pos terpadu.
Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika mengatakan, Operasi Lilin Krakatau 2024 bertujuan menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran masyarakat selama periode liburan akhir tahun.
Helmy menjelaskan bahwa pos-pos tersebut ditempatkan di titik-titik vital seperti jalur tol, jalan arteri, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, objek wisata, hingga Pelabuhan Bakauheni.
Baca Juga: Modus Licik CS Bank Lampung Unit 2 Bobol Rekening Nasabah Pasif Terbongkar
"Petugas di setiap pos akan fokus pada pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi strategis, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ujarnya.
Selain itu Polda Lampung juga dibantu personel gabungan skala besar guna mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dalam operasi pengamanan ini, Polda Lampung bersama pihak terkait menerjunkan 3.630 personel yang terdiri atas 189 personel Polda Lampung; 1.712 personel dari jajaran polres dan polresta; serta 1.729 personel gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Basarnas, BPBD, pemadam kebakaran, PMI, pramuka, Jasa Raharja, dan instansi lainnya.
Personel gabungan antara lain terdiri atas 270 personel TNI, yang didukung oleh Dinas Perhubungan (291 personel), Dinas Kesehatan (256 personel), Satpol PP (302 personel), serta bantuan dari relawan dan lembaga pendukung lainnya.
Helmy menjelaskan personel gabungan ini akan bersiaga di setiap titik strategis untuk menjaga ketertiban dan mengantisipasi berbagai situasi darurat.
Berita Terkait
-
Modus Licik CS Bank Lampung Unit 2 Bobol Rekening Nasabah Pasif Terbongkar
-
Bolehkah Nyalakan Kembang Api Malam Tahun Baru 2025 di Lampung? Ini Kata Kapolda & Wali Kota
-
Unila Kukuhkan 14 Guru Besar, Ini Nama-namanya
-
PNS Mendominasi Kasus Korupsi di Lampung, 15 Orang Divonis Tahun 2024
-
Laka Lantas di Lampung Turun 5,55 Persen di 2024, Korban Meninggal Jadi 653 Jiwa
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis
-
Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun
-
Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping
-
Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal
-
Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas