SuaraLampung.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung menerima pembayaran pidana denda sebesar Rp500 juta dari terpidana Sugiarto Wiharjo alias Alay dalam perkara tindak pidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Timur Tahun 2008.
Kepala Kejari Bandar Lampung, Helmi Hasan mengatakan, uang pidana denda itu diserahkan melalui penasihat hukumnya dan keluarga Alay.
"Hari ini kami sudah menerima pembayaran denda dari terpidana Alay disaksikan oleh penasihat hukumnya, keluarga terpidana, pihak Bank Mandiri, dan lainnya," kata Helmi, Jumat (20/9/2024).
Menurutnya, pembayaran denda tersebut merupakan pelaksanaan terhadap putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 510K/Pid.Sus/2014 Tanggal 24 Mei 2014. Uang tersebut kemudian akan disetorkan ke kas negara melalui Bank Mandiri.
Pembayaran tersebut, lanjut dia, juga merupakan arahan dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Kuntadi untuk optimalisasi eksekusi terutama penyelesaian denda dan uang pengganti pada tindak pidana korupsi.
"Langkah-langkah yang telah kami lakukan untuk merespon apa yang diarahkan pimpinan dalam hal ini Kajati Lampung untuk melakukan koordinasi dan hasilnya kita sepakati bahwa terpidana melalui penasihat hukumnya serta keluarga sepakat menyerahkan pembayaran denda," ujar Helmi.
"Kami dan jajaran juga akan fokus dalam melaksanakan optimalisasi penyelesaian eksekusi ini, karena untuk eksekusi badan sudah kami lakukan tinggal umumnya kami melakukan eksekusi terhadap uang pengganti," tambahnya.
Untuk saat ini pembayaran yang harus dibayarkan oleh terpidana Alay berupa pembayaran uang pengganti dengan total sisa pembayaran kurang lebih sebesar Rp67,71 miliar.
Helmi berterimakasih atas kerja sama ini dan diharapkan pada pidana lain khususnya tindak pidana korupsi agar dapat segera menyelesaikan pembayaran denda maupun uang pengganti.
Baca Juga: Besok Tim Kuasa Hukum Alay Datangi Kejati Lampung, Ada Apa?
"Untuk uang pengganti Alay sampai saat ini kami berupaya melakukan pelacakan dan pelelangan terhadap aset-aset Alay untuk mencukupi uang pengganti yang wajib dibayarkannya," katanya.
Penasihat hukum terpidana Alay, Bey Sujarwo mengatakan sampai saat ini untuk kondisi kesehatan Alay sendiri masih dalam keadaan sehat di Lapas Gunung Sindur.
Uang denda yang dibayarkan ke Kejari Bandar Lampung tersebut merupakan iktikad baik Alay untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Beliau berpesan mumpung masih dalam keadaan sehat dan masih sanggup berjuang untuk membayar denda maupun kerugian negara sesuai putusan Mahkamah Agung tersebut," kata dia.
Sujarwo mengatakan, Alay telah mencicil uang kerugian negara sebesar Rp28 miliar ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Uang pencicilan kerugian negara tersebut merupakan hasil penjualan lelang aset berupa sebidang tanah seluas 1,4 hektare yang berada di Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung beberapa waktu lalu.
"Sebelumnya juga telah mencicil kerugian negara sebesar Rp1 miliar dan Rp10 miliar. Sehingga, total uang yang telah dicicil sebesar Rp39,14 miliar dari uang pengganti senilai Rp106 miliar lebih," kata dia.
Berita Terkait
-
Besok Tim Kuasa Hukum Alay Datangi Kejati Lampung, Ada Apa?
-
Korupsi Uang Honorarium Pegawai, 3 Pejabat Satpol PP Lampung Selatan Jadi Tersangka
-
Tersangka Korupsi Pipa SPAM PDAM Way Rilau Ditahan Kejati Lampung
-
Ada Perlawanan Keluarga Tersangka, Tim Kejati Lampung Gagal Sita Aset Tersangka Korupsi Pipa SPAM
-
Korupsi SPAM Bandar Lampung Rugikan Negara Rp 19 Miliar, 5 Orang Jadi Tersangka
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal
-
Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander
-
Fotografer di Lampung Timur Dibantai: Pelaku Diciduk di Bakauheni
-
Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api
-
Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru