SuaraLampung.id - Anggota DPRD Lampung Tengah Muhammad Saleh Mukadam yang ditahan setelah menjadi tersangka penembakan menewaskan seorang warga terpilih kembali pada Pileg 2024.
Atas peristiwa nahas tersebut, KPU Lampung Tengah pun masih menunggu keputusan partai. Karena KPU pun menilai jika lembaganya masih akan menunggu keputusan hukum tetap mengenai kasus tersebut.
Politisi Partai Gerindra ini ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka atas penembakan yang membuat warga tewas.
Aksi penembakan terjadi di acara hajatan pernikahan, Sabtu (6/7/2024).
Berikut profil anggota DPRD Lampung Tengah yang kini mendekam di sel tahanan Mapolda Lampung.
Muhammad Saleh Mukadam diketahui merupakan anggota Komisi IV yang menjabat sebagai seketaris. Selain jabatan itu, ia pun masuk dalam susunan pengurus DPC Lampung Tengah yang diketahui dari websitennya dipercaya sebagai Wakil Ketua I.
Diketahui pula ia tercatat sebagai warga Kampung Mataram Ilir, Lampung Tengah. Karena menjadi anggota DPRD iapun dianggap tokoh masyarakat yang didaulat menghadiri acara adat nahas tersebut.
Hajatan pernikahan yang menghadirkan upacara adat itu menampilkan aksi melepaskan tembakan. Nahasnnya tembakan tersebut malah mengenai seorang warga yang kemudian meninggal dunia karena tidak tertolong saat akan mendapatkan pengobatan medis.
Setelah peristiwa itu, barulah diketahui jika anggota dewan yang akrab dipanggil Mukadam menyimpan sejumlah senjata api ilegal.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Hutan, Mangrove Lampung Jadi Daya Tarik Wisata
Polisi merilis jika senjata api yang dimiliki setelah menggeledah rumah milik pelaku tidak disertai keterangan resmi. Sebanyak 4 unit senjata api tidak ditemukan surat-surat kepemilikannya.
"Polisi tidak mendapatkan surat yang artinya ilegal," ungkap Kapolres Lampung Tengah AKBP Andik Purnomo Sigit pada awak media, Minggu (7/7/2024).
Polisi mengamankan senjata api dan amunisi, dengan rincian satu pucuk senpi jenis ZORAKI MOD 914-T. 1 buah magazine, 4 buah selongsong amunisi.
Satu pucuk senpi laras panjang FNC BELGIA, 1 buah magazine.1 buah tas senjata warna hijau, 1 pucuk senpi HS + magazine, 1 pucuk senpi REVOLVER COBRA, 2 buah magazine, 60 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 34 butir amunisi kaliber 9 mm.
Berita Terkait
-
Lebih dari Sekadar Hutan, Mangrove Lampung Jadi Daya Tarik Wisata
-
Profil Anggota DPRD Lampung Tengah yang Tembak Kepala Warga di Hajatan
-
Penampakan Anggota DPRD Lampung Tengah yang Tembak Kepala Warga di Hajatan
-
Prosesi Adat Berujung Tragedi, Anggota DPRD Lampung Tengah Tersangka Penembakan
-
Oknum DPRD Lampung Tengah Ditangkap, Diduga Tembak Warga Saat Pesta Pernikahan
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Diduga Rem Blong, Fuso Oranye 'Sapu' Antrean Kendaraan di Jalan Pramuka: Korban Dilarikan ke RS
-
Truk Ekspedisi Mundur Mendadak di Bandar Lampung: Hantam Pom Mini, Warung Kelontong Ludes Terbakar
-
Skandal Korupsi Masjid Agung Mesuji dan Kredit Fiktif Rp6,7 Miliar Dibongkar Polda Lampung
-
139 SPPG Bandar Lampung Lolos Uji Sanitasi Ketat, Ribuan Juru Masak Disertifikasi Khusus
-
Dirawat Sejak Masih Telur, Buaya Peliharaan di Panjang Dievakuasi karena Bikin Tetangga Waswas