SuaraLampung.id - Kepala Balai Pengembangan Daerah Aliran Sungai Way Seputih-Way Sekampung (BPDAS WSS) Lampung Idi Bantara mengatakan bahwa kegiatan rehabilitasi mangrove di daerahnya terus dilaksanakan, guna menjaga ekologis seta meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
"Lahan mangrove tidak terlalu luas hanya sekitar 500 hektare, karena tidak ada lagi tempat dan hanya menunggu munculnya tanah timbul. Namun untuk kegiatan rehabilitasi akan tetap dilakukan sepanjang tahun," kata Idi Bantara di Bandarlampung, Sabtu.
Rehabilitasi mangrove yang dilakukan pihaknya di Provinsi Lampung tersebut setiap tahunnya dilakukan seluas 25 hektare yang tersebar di beberapa lokasi.
"Kebetulan di daerah Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur, ada fenomena mangrove jenis Avicennia setelah 15 tahun mengering dan mati. Sehingga mulai dilakukan rehabilitasi kembali bagi mangrove mati. Ini dilakukan bersama-sama dengan program tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan," katanya.
Dengan adanya rehabilitasi serta penanaman mangrove tersebut dapat menghasilkan beragam manfaat secara ekologis dan ekonomi. Di mana secara ekologis bisa mencegah abrasi laut, menjaga habitat ikan, kemudian dapat dimanfaatkan untuk wisata edukasi serta menjaga kualitas air serta udara.
"Manfaat dari kegiatan rehabilitasi mangrove ini sudah terlihat, contohnya di Kabupaten Lampung Selatan saat pelaksanaan rehabilitasi di 2020 lahan masih tergerus abrasi. Namun sekarang sudah bertambah 100 hektare tanah di pinggir laut setelah ditanam mangrove selama tiga tahun ini," katanya.
Menurut dia, telah banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat setelah melakukan penanaman mangrove, yakni banyak yang mampu mengusahakan kawasan mangrove sebagai kawasan pariwisata yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga di desa daerah pesisir.
"Di Kabupaten Lampung Selatan sudah banyak kawasan mangrove dibuat pariwisata dan dibuat jalur tracking. Jadi rehabilitasi ini bermanfaat untuk mendorong perekonomian masyarakat pesisir juga," katanya.
Pemerintah Provinsi Lampung juga tengah mendorong penanaman mangrove jenis Rhizophora, sebagai salah satu upaya rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir itu.
Baca Juga: Profil Anggota DPRD Lampung Tengah yang Tembak Kepala Warga di Hajatan
Luas lahan mangrove di Provinsi Lampung sendiri berdasarkan Peta Mangrove Nasional tahun 2021 meliputi untuk yang berada di dalam kawasan hutan seluas 1.525 hektare, dan yang ada di luar kawasan hutan seluas 7.830 hektare.
Pada tahun 2021 rehabilitasi mangrove dilakukan dengan dana alokasi khusus (DAK) bidang kehutanan seluas 145 hektare, kemudian adapula yang menggunakan APBN di BPDAS WSWS seluas 25 hektare, dan mengikutsertakan pula tanggung jawab sosial perusahaan seluas satu hektare.
Sedangkan pada 2022 APBD Provinsi Lampung melalui Dinas Kehutanan telah melakukan rehabilitasi mangrove pada lahan seluas tujuh hektare. Lalu dari APBN di BPDAS WWS seluas 25 hektare, serta dari kegiatan tanggung jawab perusahaan seluas dua dan tiga hektare. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Profil Anggota DPRD Lampung Tengah yang Tembak Kepala Warga di Hajatan
-
Penampakan Anggota DPRD Lampung Tengah yang Tembak Kepala Warga di Hajatan
-
Prosesi Adat Berujung Tragedi, Anggota DPRD Lampung Tengah Tersangka Penembakan
-
Oknum DPRD Lampung Tengah Ditangkap, Diduga Tembak Warga Saat Pesta Pernikahan
-
Mencekam! BRILink di Lampung Timur Dirampok, Pelaku Acungkan Golok dan Gasak Rp12,5 Juta
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Densus 88 Sikat Provokator Digital di Lampung
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Misi Besar Menyulap Lampung Menjadi Raksasa Ekonomi Syariah Sumatera
-
Perbaikan Kualitas Aset Perkuat Keyakinan JPMorgan terhadap BBRI
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi