- Provinsi Lampung resmi memasuki fase aging population dengan persentase penduduk lansia mencapai 11,39 persen berdasarkan data SUPAS 2025.
- Kabupaten Lampung Timur mencatat konsentrasi penduduk lansia tertinggi, sedangkan angka harapan hidup di Lampung kini telah mencapai 74 tahun.
- Mayoritas lansia bergantung pada dukungan keluarga, namun sebagian besar masih aktif bekerja sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
SuaraLampung.id - Lampung sedang bersolek dengan warna yang berbeda. Bukan lagi sekadar tentang gairah anak muda, provinsi ini perlahan mulai memasuki babak baru dalam demografinya yakni fase penuaan penduduk atau aging population.
Berdasarkan data terbaru dari Survei Penduduk Antarsensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas di "Bumi Ruwa Jurai" kini telah menyentuh angka 11,39 persen. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan cermin dari kualitas hidup yang membaik.
"Persentase ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibandingkan hasil SUPAS 2020 yang kala itu masih berada di angka 9,61 persen," ungkap Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, pada Selasa (5/5/2026).
Secara global, sebuah wilayah dikatakan memasuki fase aging population jika jumlah lansianya telah melampaui 10 persen.
Lampung kini resmi berada di zona tersebut. Peningkatan ini menjadi sinyal positif sekaligus tantangan besar bagi pembangunan daerah.
Menariknya, sebaran "rambut perak" ini tidak merata di seluruh kabupaten/kota. Kabupaten Lampung Timur tercatat sebagai wilayah dengan konsentrasi lansia tertinggi, mencapai 12,56 persen. Sementara itu, Kabupaten Mesuji menjadi wilayah dengan persentase terendah, yakni 9,63 persen.
Namun, bagaimana para lansia ini menjalani hari tua mereka? Data BPS mengungkap sebuah fakta sosial bahwa budaya kekeluargaan masih menjadi fondasi utama. Sebanyak 48,76 persen lansia di Lampung menggantungkan sumber nafkah mereka dari sokongan keluarga.
Meski demikian, gairah untuk tetap mandiri tidak luntur begitu saja. Sebesar 41,69 persen lansia tercatat masih aktif bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sisanya, mengandalkan dana pensiun (5,56 persen), jaminan sosial (1,76 persen), serta hasil tabungan dan investasi (0,85 persen).
Baca Juga: Lampung Melesat di Peringkat 2 Sumatera! BI Prediksi Ekonomi Terus Ngegas Hingga Akhir 2026
Lonjakan jumlah lansia ini berbanding lurus dengan meningkatnya Angka Harapan Hidup (AHH) di Lampung yang kini mencapai 74 tahun. Ini adalah bukti nyata bahwa akses kesehatan dan kualitas lingkungan di Lampung semakin membaik.
Ahmadriswan menekankan bahwa fenomena ini tidak boleh dipandang sebagai beban ketergantungan semata. Sebaliknya, pemerintah melihat ini sebagai peluang munculnya "ekonomi perak" atau jenis pekerjaan baru yang spesifik mendukung ekosistem lansia.
"Kita berupaya agar meski populasi mulai menua, mereka tetap berkualitas. Dukungan kebijakan pemerintah sangat krusial agar para lansia tetap produktif di bidang masing-masing," tambahnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Lampung Melesat di Peringkat 2 Sumatera! BI Prediksi Ekonomi Terus Ngegas Hingga Akhir 2026
-
Tiga Hari Hilang Misterius, Penyelam Panah Ikan di Way Rarem Ditemukan Tak Bernyawa
-
Senjata Begal Macet Saat Tembak Pemilik Motor di Bengkel Sukabumi
-
Ribuan Orang di Lampung Lepas Status Pengangguran, Tren Kerja Full-Time Melonjak
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
Terkini
-
Serunya Seharian di Blok M Hub Bareng BRIZZI ARKIV, Kulineran hingga Berburu Hadiah
-
Penjaga Gedung Walet di Metro Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Mandi
-
Sempat Diadang Ombak Ganas, Tim SAR Temukan Jasad ABK Mengapung di Way Seputih
-
Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029
-
Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun