SuaraLampung.id - Inflasi gabungan di Provinsi Lampung masih terkendali dalam sasaran 3 plus minus 1 persen pada akhir tahun 2023.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung Tony Noor Tjahyono mengatakan, secara tahunan, inflasi gabungan di Metro dan Bandar Lampung bulan Desember 2023 tercatat sebesar 3,47 persen (year on year/yoy).
Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional dan inflasi gabungan 24 kota di wilayah Sumatera yang masing-masing tercatat 2,61 persen (yoy) dan 2,72 persen (yoy).
Dilihat dari sumbernya, inflasi pada Desember 2023 didorong oleh kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti bawang merah, ikan kembung, minyak goreng, tomat, dan gula pasir.
Menurut Tony, kenaikan harga komoditas bahan pangan menjadi penyumbang utama inflasi pada Desember 2023. Kenaikan harga bawang merah dipengaruhi oleh masuknya periode tanam di Jawa Tengah yang tercermin dari kenaikan harganya pada November (Rp27.250/kg) dan Desember 2023 (Rp32.410/kg).
Inflasi bulanan ikan kembung yang meningkat pada Desember 2023 sejalan dengan tren historisnya, di mana terjadi penurunan produksi aneka komoditas perikanan, seperti ikan tongkol, ikan kembung, udang laut, dan selar akibat meningkatnya curah hujan di tengah periode low season produksi.
Adapun inflasi minyak goreng didorong oleh harga minyak goreng curah, yang meningkat menjadi Rp14.370/kg pada 25 Desember 2023 dibandingkan Rp14.000/kg pada 1 Desember 2023.
Kenaikan harga minyak goreng curah lebih dipengaruhi dari sisi suplai dengan serapan DMO minyak goreng pada Desember 2023 hanya tercatat sebesar 63 persen, turun jika dibandingkan 85 persen pada November 2023.
Di sisi lain, pada Desember 2023 terdapat sejumlah komoditas yang mengalami deflasi, antara lain cabai rawit, daging ayam ras, air kemasan, jeruk, dan susu cair kemasan dengan andil masing-masing sebesar -0,102 persen; -0,051 persen; -0,038 persen; -0,022 persen; dan -0,022 persen.
Baca Juga: 3 Program Prioritas Pemkot Bandar Lampung di Tahun 2024
Laju inflasi Desember 2023 yang melambat didukung oleh penguatan upaya stabilisasi harga aneka cabai.
"Penurunan harga cabai rawit pada Desember 2023 dipengaruhi oleh masuknya periode panen di Mesuji pada lahan seluas 5 hektare," ujarnya.
Selain itu, sinergi stabilisasi harga Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Lampung pada Desember 2023 semakin intensif dengan pelaksanaan sidak pasar, pengecekan pasokan pada gudang distributor, serta pelaksanaan operasi pasar aneka cabai yang disertai pemberian subsidi Rp10.000/kg melalui realisasi dana belanja tak terduga (BTT) sebesar Rp40 juta.
"Adapun penurunan harga daging ayam ras dipengaruhi kondisi over supply (surplus 8.841 ton) seiring dengan peningkatan produksi korporasi besar," kata Tony. (ANTARA)
Berita Terkait
-
3 Program Prioritas Pemkot Bandar Lampung di Tahun 2024
-
Jumlah Penumpang Kapal di Pelabuhan Bakauheni Melonjak di Awal Tahun 2024
-
Cewek Ini Dicabuli Pria yang Dikenal Lewat Medsos
-
Tempat Wisata Alternatif di Lampung Jadi Daya Tarik Wisatawan di Libur Tahun Baru
-
Pulang Liburan, Mobil Hangus Terbakar di Depan Transmart Lampung
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis
-
Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun
-
Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping
-
Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal
-
Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas