SuaraLampung.id - Sebuah gubuk di tengah kebun sawit, di Kampung Komering Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, dibongkar aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah.
Polisi menduga gubuk tersebut dijadikan tempat penyebaran dan penyalahgunaan narkoba oleh pengedar narkoba.
Kepala Satuan Narkoba Polres Lampung Tengah AKP Feabo Adigo Mayora Pranata mengatakan, pihaknya membongkar gubuk tersebut setelah ada laporan dari masyarakat.
"Masyarakat menyebut di wilayah Kampung Komering Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, marak peredaran narkoba," ujar Feabo, Senin (11/12/2023).
Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya ditemukan sebuah gubuk milik RD warga setempat, yang berada di tengah kebun sawit yang diduga sebagai sarang peredaran narkoba.
"Setelah dilakukan pemeriksaan di gubuk tersebut, diduga tempat itu memang dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba dan markas para pengedar narkoba," kata Feabo.
Di gubuk itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti terkait narkoba itu berupa 10 bungkus plastik klip, 30 buah pirek dan lima timbangan digital.
"Saat kita geledah, tidak ada satu orangpun di gubuk tersebut, tetapi kita temukan sejumlah barang bukti yang mengarah jika memang tempat tersebut menjadi markas peredaran narkoba diperkuat dengan ditemukannya sejumlah barang bukti," kata Feabo.
Setelah anggota melakukan penyisiran di sekitar lokasi gubuk tersebut, dan sejumlah barang bukti sudah diamankan, gubuk itu lantas dirobohkan oleh anggota.
Baca Juga: Anggota Jaringan Fredy Pratama Ditangkap Polda Lampung, Bawahi 12 Kurir Sabu
"Gubuk tersebut kami robohkan untuk antisipasi peredaran narkoba di wilayah kabupaten Lampung Tengah," pungkasnya.(ANTARA)
Berita Terkait
-
Anggota Jaringan Fredy Pratama Ditangkap Polda Lampung, Bawahi 12 Kurir Sabu
-
Warga Terbanggi Besar yang Hilang Ditemukan Meninggal di Sungai Way Seputih
-
Cegah Penyelundupan Narkoba Akhir Tahun, Pengawasan Pelabuhan Bakauheni Diperketat
-
3 Bulan Terakhir, Polres Lampung Selatan Ungkap Kasus Narkoba Senilai Rp 40 Miliar
-
Komplotan Curanmor Asal Lampung Tengah Digulung, 3 Pelaku Ditembak
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Lampung Melesat di Peringkat 2 Sumatera! BI Prediksi Ekonomi Terus Ngegas Hingga Akhir 2026
-
Tiga Hari Hilang Misterius, Penyelam Panah Ikan di Way Rarem Ditemukan Tak Bernyawa
-
Benarkah Operasional Panas Bumi Picu Gempa? PGE Ulubelu Buka Suara Soal Guncangan di Tanggamus
-
Senjata Begal Macet Saat Tembak Pemilik Motor di Bengkel Sukabumi
-
Ribuan Orang di Lampung Lepas Status Pengangguran, Tren Kerja Full-Time Melonjak