Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Jum'at, 24 November 2023 | 22:00 WIB
Ilustrasi ekspor-impor. Produk turunan komoditas asal Lampung diminati pasar ekspor. [ANTARA]

Donni mengatakan, manggis dari Tanggamus juga berpotensi besar menjadi komoditas ekspor sebab awal tahun ekspor perdana sudah terlaksana.

"Lalu untuk rempah-rempah ada cabai jawa yang ekspornya baru 20 ton ini masih sedikit sekali, dan petani sedang kami latih agar bisa memenuhi standar ekspor," ujar dia.

Untuk cabai jawa asal Lampung kata Donni, saat ini banyak memperoleh permintaan dari pasar Eropa Timur, untuk pemenuhan konsumsi menjelang musim dingin.

"Harapannya selain ekspor bahan mentah dari komoditas pertanian, Lampung bisa memperkuat ekspor produk turunan dan buah-buahan. Oleh karena itu upaya pendampingan kepada petani dan UMKM, serta mempermudah proses pengurusan administrasi ekspor terus dilakukan," ujarnya.

Baca Juga: Uji Emisi Kendaraan di Lampung Dilaksanakan Akhir November

Diketahui untuk jumlah ekspor sejumlah komoditas asal Lampung meliputi untuk rempah-rempah jenis pinang pada 2022 memiliki frekuensi ekspor sembilan kali, dengan volume 580.640 kilogram, dan nilai barang Rp10,3 miliar.

Lalu produk pisang mas hasil kolaborasi Koperasi Produsen Tani Hijau Makmur dengan PT Great Giant Pineapple sebanyak 20,02 ton tujuan ekspor ke Oman dengan nilai barang sebesar Rp226.400.000 dan 5,74 ton tujuan Singapura dengan nilai barang Rp88.900.000.

Kemudian ekspor nanas segar menuju Cina sebanyak 4.176 ton degan nilai Rp39,8 miliar. Produk lada putih hasil kolaborasi UMKM perorangan dengan PT Putra Bali Adya Mulia sebanyak 15 ton dengan negara tujuan ekspor Taiwan, nilai barang sebesar Rp1.413.000.000. (ANTARA)

Load More