Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengadakan pertemuan dengan US Indo-Pacific Command (USINDOPACOM) membahas program Super Garuda Shield.
USINDOPACOM adalah komando militer gabungan AS di wilayah Indo pasifik di bawah kendali Laksamana John C Aquilino yang berpusat di Hawai. Wakilnya Letjen Stephen Sklenka, seorang marinir.
Laksamana Aquilino bertemu Jenderal Andika di Mabes TNI, Cilangkap. Kemudian Jenderal Andika kembali bertemu dengan Deputi Komandan United States Army Pacific (USARPAC) Mayjen Matthew W McFarlane.
Pertemuan Andika dengan McFarlane ini diunggah di YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa.
"Dalam video itu saya menangkap ada joke MCFarlane kepada Andika "So now we gotta deliver Super Garuda". Kelihatannya McFarlane bingung. Apalagi draft yang dibahas dalam pertemuan itu adalah draft Garuda Shield 2022 bukan draft Super Garuda Shield 2022," ujar Wenas.
"Pertanyaannya program Garuda Shield mau dikemanakan? Ada kesan kuat, sekali lagi dengan taktik scalling up, Jenderal Andika mengambil alih ownership Garuda Shield dari AD menjadi program Mabes TNI dengan menambah kata super," lanjutnya.
Pelibatan tiga matra inilah yang menurut Wenas menjadi justifikasi pengambilalihan program dari matra AD level Mabes TNI.
Menurut Wenas, melaksanakan latma skala besar bukan perkara mudah. Harus didahului berbagai working group mendiskusikan detail latihan yang memerlukan pikiran, tenaga, waktu.
Sementara kata dia, akhir November 2022 Presiden Jokowi sudah harus punya nama Panglima TNI yang baru. Ini karena Jenderal Andika akan pensiun pada Desember 2022.
Baca Juga: Jenderal Andika Perkasa Ungkap Penyebab Lamanya Penumpasan TPNPB-OPM di Papua
"Sisa waktu 8 bulan harus dimanfaatkan untuk memberikan kesan, pesan dan kenangan yang baik apapun motifnya. Bila toh motifnya adalah mencari peluang dalam kontestasi di 2024, itu sepenuhnya hak asasi Jenderal Andika," ujar Wenas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau
-
Gerebek Kamar Hotel di Pringsewu: Pria Asyik Main Judol Saat Kekasih Nyabu
-
Tiga Kali Mangkir Berujung Borgol: Sekda Lampung Tengah Ditahan Polda Lampung Usai Diperiksa 9 Jam
-
Akselerasi Pembiayaan Perumahan, BRI Catat Penyaluran KPP Rp12 Triliun
-
Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta