Wakos Reza Gautama
Rabu, 02 Februari 2022 | 17:22 WIB
Ilustrasi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meminta semua menjaga prokes. [ANTARA]

SuaraLampung.id - Pemerintah Kota Bandar Lampung meminta pusat keramaian menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai cara menekan penyebaran COVID-19. 

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, tempat hiburan serta pusat keramaian harus menerapkan prokes dan PeduliLindungi dengan benar agar bisa menekan penyebaran COVID-19. 

"Tolong semuanya, kafe, restoran, pariwisata dan pusat keramaian lainnya terapkan prokes dan aplikasi PeduliLindungi," kata Eva Dwiana, Rabu (2/2/2022).

"Kalau kita tidak bisa kerjasama dengan baik bagaimana ini bisa berhasil ditekan. Maka saya minta agar semua berkolaborasi dengan baik dalam penangan COVID-19," lanjutnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat tidak perlu panik meski saat kasus positif COVID-19 di Bandar Lampung sedang meningkat.

"Memang kasus positif sedang meningkat, Selasa (1/2/2022) saja ada 35 kasus, tapi saya harap masyarakat tetap tenang terapkan prokes dan jangan panik," kata dia.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bandar Lampung, Sukarma Wijaya, menegaskan bahwa antisipasi persebaran virus ini sudah dilakukan melalui Tim Penanggulangan COVID-19.

"Kita masih melakukan pengetatan patroli dari PPKM, sampai dengan cek prokes sudah dilakukan. Termasuk bagaimana mengecek scan barcode PeduliLindungi," kata dia.

Namun begitu, ia pun meminta kepada masyarakat agar bisa benar-benar dalam memakai aplikasi ini, bukan hanya sekedar menempelkannya saja tapi diklik juga.

Baca Juga: Suasana Pasar Lama Tangerang yang Ditutup Sementara Mulai Hari Ini, Pedagang Ada yang Belum Tahu

"Kalau hanya menempelkan aplikasi saja kita hanya bisa tau yang bersangkutan sudah vaksin. Tapi kalau tidak diklik maka scan barcodenya tidak jalan, sehingga 10 orang yang berjejer maka akan terhitung satu saja," katanya.

Terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional, ia mengatakan bahwa pemkot belum sampai ke sana untuk penerapannya.

"Di pasar tradisional kita belum sampai situ. Tapi kita lebih pada pengetatan prokes bagaimana memecah kerumunan dan menggunakan masker yang masih tetap berjalan," kata dia. (ANTARA)

Load More