Orang Singapura itu menanyakan apakah Gus Nur memiliki utang. Awalnya istri Gus Nur menjawab tidak ada.
Sang istri lalu bercerita ke Gus Nur yang masih mendekam di penjara. Gus Nur meminta istrinya untuk menjawab jujur saja mengenai kondisi mereka saat itu yang punya utang melunasi tanah.
Saat orang Singapura itu menelepon kembali, istri Gus Nur menceritakan bahwa Gus Nur memiliki tanggungan di notaris sebesar Rp 175 juta.
Tanpa dinyana, orang Singapura itu mentransfer uang Rp 175 juta lebih. Uang itu lalu digunakan untuk melunasi utang pembelian tanah.
Hanya dalam waktu 35 hari dalam tahanan, Gus Nur mampu melunasi utang ratusan juta rupiah.
"Tubuh bisa dipenjara tapi doa ga mungkin bisa dipenjara," kata Gus Nur kepada para jamaahnya.
Selama 10 bulan berada di penjara, Gus Nur mengaku biaya pesantrennya sebesar Rp 20 juta lancar. Itu semua kata dia merupakan rizki tak disangka-sangka dari Allah SWT karena kekuatan doa.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Rumah Warga di Way Jepara Tersambar Petir Saat Buka Puasa, 4 Orang Terluka
-
Jadwal Buka Puasa Hari Ini di Bandar Lampung: Selasa 3 Maret 2026, Waktu Salat dan Doa Berbuka
-
Catat! Jadwal Imsak dan Waktu Puasa Bandar Lampung Selasa, 3 Maret 2026
-
BRI Ambil Peran dalam Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan
-
Penyelundupan Ratusan Satwa Dilindungi Terbongkar di Bakauheni, Ribuan Burung Diamankan Petugas