SuaraLampung.id - Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung ditutup mulai hari ini Jumat (16/7/2021).
Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung ditutup selama dua hari hingga hari Sabtu (17/7/2021).
Penutupan Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung dilakukan setelah ada lima pedagangnya positif COVID-19.
Penutupan Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung selama dua hari dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Adiansyah.
"Iya, besok (hari ini) Pasar Pasir Gintung ditutup sementara untuk dilakukan penyemprotan, tadi dari tim BPBD Kota sudah tiga kali dari pagi lanjut besok. Tadi pagi ada kunjungan Ibu Wali dan beberapa pedagang dinyatakan reaktif," jelas Adiansyah saat dikonfirmasi lewat WhatsApp, Kamis (15/7/2021) malam dilansir dari Lampungpro.co--media jaringan Suara.com.
Mengenai penutupan Pasar Pasir GIntung ini, beredar sebuah video yang mengumumkan penutupan Pasar Pasir Gintung.
"Untuk para pedagang tolong disampaikan dengan kawan-kawannya, yang tidak tahu, tidak dengar dan tidak melihat, bahwa ada perubahan. Perubahan ini berlaku untuk hari ini sampai dengan besok malam dilarang jualan, tapi sampai 18, 19, 20 boleh berjualan kembali. Jadi tolong kerjasamanya," dalam penggalan video itu.
Diketahui tujuh pedagang yang berjualan di Bandar Lampung, positif COVID-19.
Tujuh pedagang di beberapa pasar di Bandar Lampung, diketahui positif COVID-19 setelah dilakukan tes antigen acak pada Kamis (15/7/2021).
Baca Juga: Tujuh Pedagang di Pasar Bandar Lampung Positif COVID-19, Langsung Diangkut untuk Isolasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah
-
Bayi 3 Bulan Tergolek di ICU RS Kotabumi Usai Disiksa Ayah Kandung: Dipukuli hingga Digigit