SuaraLampung.id - Kasus pembunuhan Dede Saputra (32), seorang guru honor di Tanggamus, yang juga pemilik konter HP Dede Cell, dilatarbelakangi hubungan sejenis.
Hasil penyelidikan, korban Dede Saputra, guru honor di Tanggamus, dibunuh oleh teman kencannya sesama jenis berinisial BM alias Al (21).
Dibantu rekannya berinisial SA (33), BM sudah merencanakan pembunuhan terhadap Dede, guru honor di Tanggamus.
BM dan SA membunuh Dede di kebun pepaya di Dusun Kebumen, Pekon Banjar Agung, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Senin (12/7/2021).
Alasan BM menghabisi nyawa mantan kekasih sejenisnya itu karena sering dibohongi.
Menurut BM, dirinya mendapat bayaran setelah berhubungan intim dengan Dede. Namun Dede membayarnya tidak sesuai perjanjian di awal.
Hal itu membuat BM kesal hingga akhirnya membunuh Dede.
"Motif kedua tersangka melakukan pembunuhan karena dendam. Sebab, korban sering ingkar janji. Dengan menjanjikan bayaran Rp700 ribu usai melakukan hubungan sejenis namun hanya dibayarkan Rp300 ribu, juga setelah korban menikah pelaku tidak pernah lagi mendapatkan uang dari korban," beber Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora saat jumpa pers, Kamis (15/7/2021) dilansir dari Lampungpro.co--media jaringan Suara.com.
Kronologi Pembunuhan
Baca Juga: Dede Guru Honor di Tanggamus Ternyata Dibunuh Teman Kencan Sesama Jenis
Pembunuhan terhadap Dede, guru honor di Tanggamus, sudah direncanakan BM. Malam itu BM mengajak Dede janji ketemu.
BM menjemput korban lalu membawanya ke kebun pepaya milik warga di Dusun Kebumen, Pekon Banjar Agung, Kecamatan Pugung, Tanggamus.
Di tempat itu sudah ada tersangka SA yang bersembunyi.
Sampai di lokasi, BM dan Dede melakukan hubungan intim.
Setelah hubungan intim, Dede memberi uang Rp300 ribu ke BM. Ternyata BM tidak terima karena awalnya Dede janji memberi uang Rp500 ribu.
Disitu BM menikam korban membabi buta. ZA membantu dengan melakukan pemukulan kepala korban menggunakan batu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung
-
Perkuat Inklusi Keuangan, BRImo Bukukan 3,32 Miliar Transaksi hingga Juni 2026
-
Servis Motor Timbulkan Percikan Api, Mobil Pikap Hingga Sepeda Anak Hangus
-
Pemicu Konflik Anak Tuha Versi Kapolres Lampung Tengah
-
Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat