SuaraLampung.id - Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP Harry MAC menjelaskan, progres perkembangan Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni atau Bakauheni Harbour City secara umum terbagi dua level.
Pertama level kawasan, yaitu proyek Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni atau Bakauheni Harbour City yang dibangun di atas lahan seluas 215 hektare. Ini menjadi prioritas utama agar menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN), katanya.
Ia menambahkan, Menteri Pariwisata telah mengirim surat kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk merekomendasikan Kawasan Bakauheni sebagai PSN.
“Alhamdulillah kemarin sudah dirapatkan di Sekretariat Kabinet. Sudah dikunci (Kawasan Bakauheni) diajukan sebagai PSN bersama delapan wilayah lainnya. Tinggal menunggu rapat terbatas dengan Presiden,” ungkapnya.
Sedangkan untuk level kedua, lanjut Harry, terdapat tiga proyek strategis yang termasuk tahap awal pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni.
“Tahap pertama ini ada tiga yang kita dorong lebih awal dan menjadi etalase proyek ini. Targetnya pada September 2021 ada groundbreaking yang kita lakukan,” ujarnya.
Ia menyebutkan pada tahap awal akan dimulai dengan pembangunan Masjid Bakauheni yang berkapasitas 2.000 jemaah, renovasi Menara Siger, dan pembangunan Theme Park sebagai tempat rekreasi keluarga yang mengadopsi Jatim Park.
“Menteri BUMN menyampaikan kepada kami, lebaran tahun depan harus sudah ada yang jadi. Ini menjadi cambuk bagi kami. Jadi kami diskusi dengan Jatim Park, dua dulu yang diselesaikan, yaitu kebun binatang Mini Zoo kemudian area wisata keluarga,” katanya.
Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyatakan mendukung penuh pembangunan megaproyek Bakauheni Harbour City (BHC) yang ditargetkan menjadi destinasi wisata berskala internasional.
Baca Juga: Urus Tilang di Kejari Lampung Selatan bisa Lewat WA, Ini Caranya
Proyek Kawasan Wisata Terpadu yang dibangun PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama PT Hutama Karya, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) serta Pemprov Lampung mulai dibangun tahun ini.
“Pada prinsipnya kami menyambut baik dan mendukung pembangunan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni ini. Kami akan dukung di setiap aspek untuk progres pengembangan BHC agar berjalan lancar,” kata Nanang dalam rapat dengan pihak ASDP di ruang kerjanya, Kamis (24/6/2021) dilansir dari ANTARA.
Dalam keterangan Dinas Komonfo Lampung Selatan yang diterima di Bandarlampung, Jumat, Nanang mengatakan, pengembangan kawasan pariwisata Bakauheni tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak utama sektor perekonomian di daerahnya.
“Ini menjadi pintu untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian daerah. Intinya kami siap mendukung. Kami pemerintah daerah jangan ditinggalkan, bukan hanya jadi penonton saja, tapi bagaimana kami bisa ikut berkontribusi,” ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Ambisi Lampung Jadi Raja Hilirisasi Sumatera: Strategi 4 Kawasan Industri Raksasa Penopang Ekonomi
-
Urat Nadi Way Tenong Terputus! Parosil Instruksikan Sambung Kembali Jalan Padang Tambak
-
Merpati Kolongan Warga Bandar Lampung Rp3,5 Juta Digasak, Dijual Cuma Seharga Pulsa
-
Bukan Balap Liar! Fakta Di Balik Auman Mesin dan Kepulan Asap Mobil Drift di Tugu Adipura
-
Aturan Baru Masuk SMA di Lampung: Kini Tak Bisa Lagi Cuma Modal Dekat Rumah