Ilustrasi KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Gus Baha beri penjelasan mengenai lailatul qadar. [FOTO: NU Online]
Menurut Gus Baha, yang disebut serius itu klimaks dan start 1 ramadhan. "Kalau kalian baru serius 21 ramadhan, kata malaikat: Lho kok baru nyari sekarang. Berarti dianggap baru mulai. Makanya ga boleh," ucapnya.
Gus Baha mengatakan, dirinya sudah start 1 ramadhan. Ia kaji arbain nawawi khatam, Alquran khatam. Tanggal 17 ramadhan Gus Baha sudah doa khataman.
"Jadi potensi dapat lailatul qadar lebih tinggi. Sementara kalian baru mulai. Artinya belum serius. Begitu diumumkan 1 ramadhan, kamu tidur. Mulai tanggal 20 kalian serius. Jadi kalo ibarat balapan, kalah jauh," jelasnya.
"Di desa saya saja yang lailatul qadaran tanggal 17 ramadhan cuma di tempat saya saja. Lainnya di tanggal 21, 23 dst. Jadi saya ini minoritas," ujar Gus Baha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung