Akhir Pelarian di Tanah Banten: Jejak Berdarah Si Manusia Silver yang Bacok Sopir Travel di Balam

Pria berinisial I, seorang manusia silver, melukai sopir travel bernama S menggunakan celurit

Wakos Reza Gautama
Rabu, 08 April 2026 | 11:30 WIB
Akhir Pelarian di Tanah Banten: Jejak Berdarah Si Manusia Silver yang Bacok Sopir Travel di Balam
Ilustrasi Manusia silver yang membacok sopir travel diringkus aparat Polsek Sukarame di Banten. [shutterstock]
Baca 10 detik
  • Pria berinisial I, seorang manusia silver, melukai sopir travel bernama S menggunakan celurit di Bandar Lampung, 4 Oktober 2025.
  • Pelaku melakukan aksi kekerasan tersebut akibat dipicu perselisihan terkait utang piutang anak tirinya di sebuah pos polisi.
  • Setelah buron selama enam bulan, polisi berhasil menangkap pelaku di Pandeglang, Banten, pada Jumat, 3 April 2026 dini hari.

SuaraLampung.id - Selama enam bulan terakhir, sosok I (43) mungkin merasa telah berhasil menghapus jejaknya. Pria yang sehari-harinya berbalut cat perak sebagai "manusia silver" di jalanan Bandar Lampung ini, sempat menghilang ditelan bumi usai melakukan aksi nekat yang nyaris merenggut nyawa seseorang.

Namun, sepandai-pandainya ia melompat, pelariannya berakhir di dinginnya borgol polisi. Tim Opsnal Polsek Sukarame berhasil mengendus persembunyian I di wilayah Pandeglang, Banten.

Dalam sebuah penyergapan senyap pada Jumat dini hari (3/4/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, sang buron akhirnya tak berkutik.

Tragedi ini bermula pada sebuah sore yang panas, Sabtu, 4 Oktober 2025. Di bawah lampu merah Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung (Balam) tepat di depan sebuah Pos Polisi, suasana yang mulanya biasa saja mendadak berubah mencekam.

Baca Juga:Mempertaruhkan Masa Depan di Kursi Ilegal: Nestapa Siswa SMA Siger Bandar Lampung

S (43), seorang sopir travel, datang bersama beberapa rekannya. Tujuannya satu yakni menagih utang kepada anak tiri si manusia silver.

Namun, komunikasi yang buntu justru memicu api amarah. Cekcok mulut pecah, saling tantang tak terelakkan di dalam pos lantas tersebut.

"Diduga tersulut emosi, pelaku kemudian mengambil celurit yang telah disembunyikan di dekat lokasi," ungkap Kapolsek Sukarame, Kompol M Rohmawan, Selasa (7/4/2026).

Tanpa ragu, I mengayunkan senjata tajam tersebut. Sabetan celurit itu mendarat telak di bagian pipi hingga leher sebelah kiri korban.

Darah segar pun membasahi aspal, sementara pelaku langsung memanfaatkan keriuhan untuk melarikan diri, meninggalkan korban yang bersimbah darah.

Baca Juga:Uang Rakyat Jadi Deposito, DPRD Bandar Lampung Pertanyakan: Mana Laporan Bunganya?

Sejak sore berdarah itu, polisi terus melakukan penyelidikan intensif. Identitas I sebagai pelaku utama sudah dikantongi, namun keberadaannya yang berpindah-pindah antarprovinsi sempat menyulitkan petugas.

"Pelaku sempat buron cukup lama. Alhamdulillah, kemarin berhasil kita tangkap di Pandeglang, Banten," tambah Kompol Rohmawan.

Kini, sang "manusia silver" tak lagi bisa berdiri di lampu merah untuk mengharap recehan. Ia harus mendekam di sel tahanan Polsek Sukarame untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak