- Artikel menyajikan panduan niat lengkap tiga jenis puasa: Qadha Ramadan, Syawal, dan Senin-Kamis.
- Niat puasa wajib harus dilakukan sebelum fajar, sementara puasa sunnah boleh pagi hari.
- Pelafalan niat puasa cukup di dalam hati dan tidak wajib diucapkan agar ibadah sah.
SuaraLampung.id - Banyak umat Muslim mencari niat puasa yang benar dan lengkap, terutama setelah Ramadan. Mulai dari puasa qadha (ganti utang), puasa Syawal, hingga puasa Senin-Kamis, semuanya memiliki bacaan niat yang perlu dipahami agar ibadah sah dan lebih tenang dijalankan.
Rangkuman ini disusun secara lengkap, rapi, dan mudah digunakan, sehingga bisa menjadi panduan harian.
1. Niat Puasa Qadha (Mengganti Utang Puasa Ramadan)
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā
Baca Juga:Belum Balik Kerja? Ini 7 Tempat Wisata di Lampung yang Justru Sepi Setelah Lebaran
Artinya
Saya niat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.
2. Niat Puasa Syawal (6 Hari Setelah Lebaran)
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَوَّالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Syawwālin lillāhi ta‘ālā
Artinya
Saya niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.
3. Niat Puasa Senin-Kamis
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ/الْخَمِيسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Baca Juga:Ratusan Sapi di Lampung Timur Diduga Terjangkit PMK, Puluhan Mati
Latin
Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnati yaumil itsnaini/khamīsi lillāhi ta‘ālā