- Pelabuhan Bakauheni masih padat pemudik pada H+7 Lebaran 2026, menunjukkan mobilitas tinggi memasuki gelombang kedua arus balik.
- Menteri Perhubungan menyebutkan sekitar 30 persen pemudik belum kembali, dengan prediksi puncak arus balik gelombang kedua mencapai 27 ribu kendaraan.
- Pemerintah menerapkan sistem penundaan dan manajemen zona penyangga untuk mempercepat perputaran kapal di lintasan Bakauheni–Merak.
Pola ini membuat arus kendaraan pada malam hingga dini hari justru lebih tinggi dibandingkan siang hari, sehingga petugas harus menyesuaikan pola operasional.
Pemerintah optimistis kepadatan di Pelabuhan Bakauheni akan berangsur terurai dalam waktu dekat.
Dengan masih tersisanya sekitar 30 persen pemudik, distribusi arus kendaraan diharapkan bisa lebih merata dalam dua hari ke depan, seiring berkurangnya volume penyeberangan.
Koordinasi lintas instansi pun terus diperkuat untuk memastikan perjalanan pemilir tetap aman dan lancar hingga arus balik benar-benar selesai.
Baca Juga:Belum Balik Kerja? Ini 7 Tempat Wisata di Lampung yang Justru Sepi Setelah Lebaran
H+7 Lebaran 2026 membuktikan bahwa arus balik belum benar-benar usai. Dengan masih tersisa 30 persen pemudik dan lonjakan kendaraan hingga 27 ribu unit, Pelabuhan Bakauheni tetap menjadi titik krusial mobilitas masyarakat.
Meski demikian, kombinasi strategi pemerintah dan kedisiplinan pemudik menjadi kunci agar kepadatan tetap terkendali.