Dia melanjutkan dalam upaya pembangunan kembali Kota Baru pun perlu perencanaan serta melihat proyek pembangunan yang telah berlangsung agar dapat berfungsi dengan baik.
"Tentu perlu melihat pembangunan dan belajar juga dari yang sudah terbangun, kita akan menata ke depan seperti apa agar ini bisa fungsional, tumbuh mencapai kemanfaatan. Dan mungkin nanti akan dirumuskan lagi tahapan-tahapannya," katanya.
Menurut Malik, saat ini Bappenas tengah menjalankan kegiatan bersama terkait master plan kota aglomerasi Bandar Lampung. Sehingga pihaknya akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk menyelesaikan pembangunan Kota Baru.
"Pembangunan lokasi yang sudah terbangun ini dengan kolaborasi semua pihak akan diselesaikan secara bertahap. Saat ini rumah sakit sudah beroperasi dan sudah ada konsumennya, ini jadi fasilitas umum yang jadi tulang punggung," kata dia.
Baca Juga:Anggota Paskibraka Disuruh Lepas Hijab, Purna Paskibraka Lampung Mengecam
Nantinya pihaknya akan merancang untuk menyeimbangkan antara fungsi pemerintahan, fungsi hunian, dan komersial di lokasi tersebut.
"Jadi dengan saling melengkapi setidaknya nanti Kota Baru ini bisa lebih hidup, saat ini semua dicermati dulu supaya bisa dihidupkan kembali," ujar dia.
Kota Baru yang berada di Kabupaten Lampung Selatan dibangun di lahan seluas 1.580 hektare. Dengan total anggaran sebesar Rp341 miliar. Rencananya Kota Baru ini akan menjadi lokasi untuk pusat perkantoran pemerintahan Provinsi Lampung.
Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin telah mengutarakan bahwa pembangunan Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan direncanakan akan dilanjutkan. Setelah selama 10 tahun tidak dilanjutkan pembangunannya.
Ia mengaku akan mencoba memasukkan pembangunan Kompleks Perkantoran Pemprov Lampung di Kota Baru itu ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) atau kawasan ekonomi khusus pemerintah pusat. (ANTARA)
Baca Juga:Selamatkan Budaya Lampung! Digitalisasi Naskah Kuno Jadi Solusi