Hukum Masturbasi Malam Hari di Bulan Ramadan

Lalu bagaimana dengan melakukan masturbasi di malam hari saat bulan ramadhan?

Wakos Reza Gautama
Rabu, 13 Maret 2024 | 03:10 WIB
Hukum Masturbasi Malam Hari di Bulan Ramadan
Ilustrasi masturbasi. Hukum melakukan masturbasi di malam hari bulan ramadan. [Shutterstock]

“Jika seseorang beronani lalu keluar mani atau sperma (ejakulasi) maka puasanya batal karena ejakulasi sebab kontak fisik (mubasyarah) laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama dengan ejakulasi sebab ciuman. Onani memiliki konsekuensi yang sama dengan kontak fisik pada selain kemaluan antara laki-laki dan perempuan, yaitu soal dosa dan sanksi takzir. Demikian juga soal pembatalan puasa,” (Lihat Imam An-Nawawi, 2010 M: VI/284).

Sementara Mazhab Syafi’i membedakan konsekuensi hukum atas inzal dari penyebabnya. Inzal atau ejakulasi yang disebabkan oleh sentuhan fisik dapat membatalkan puasa.

Sedangkan inzal yang terjadi hanya semata pikiran jorok atau memandang dengan syahwat tidak membatalkan puasa.

“Sperma jika keluar (ejakulasi) sebab onani, maka puasa seseorang batal. Tetapi jika mani keluar dengan semata-mata pikiran dan memandang dengan syahwat, maka puasanya tidak batal. Sedangkan ejakulasi sebab kontak fisik pada selain kemaluan, sentuhan, atau ciuman, maka puasanya batal. Ini pandangan mazhab Syafi’i. Demikian juga pandangan mayoritas ulama,” (Lihat Imam An-Nawawi, Raudhatut Thalibin wa Umdatul Muftin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz II, halaman 247).

Baca Juga:Jadwal Imsakiyah Kota Bandar Lampung Rabu 13 Maret 2024

Itu jika dilakukan pada siang hari, bagaimana dengan malam hari? Melakukan masturbasi di malam hari pada bulan ramadan tentu tidak membatalkan puasa karena malam bukanlah waktu puasa. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini