Mengapa Liwa Rawan Gempa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Terakhir gempa dahsyat terjadi di Liwa pada 16 Februari 1994 dengan kekuatan 6,5 SR

Wakos Reza Gautama
Sabtu, 21 Oktober 2023 | 16:41 WIB
Mengapa Liwa Rawan Gempa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi Gempa. Liwa daerah rawan gempa. [unsplash]

Gempa bumi terjadi pada segmen lembah Suoh ke arah selatan pada tahun 1908 dan terjadi pada segmen sesar sebelah utara lembah Suoh sampai ke perbatasan Bengkulu pada tahun 1908 (gempa bumi Liwa).

Gempa lain yang merusak terjadi lagi pada tahun 1994 yang melanda wilayah Liwa dan sekitarnya. Hingga saat ini, getaran-getaran dengan skala kecil masih terjadi.

Bahan induk tanah yang terdapat di daerah jalur patahan Semangka adalah Tufa Ranau yang terdiri dari lapisan pasir dengan kedalaman mencapai 150–200 meter.

Lapisan ini berupa lepasan (tidak terkonsolidasi dengan baik) sehingga jika terjadi getaran akan sangat terasa. Aktivitas sesar mendatar membentuk cekungan pull-apartsehingga membentuk morfologi berupa lembah sesar, kolam sesar (sag pond), gawir sesar, bukit sesar (shutter ridge), dan sungai terpancung (beheaded river).

Baca Juga:Penjelasan Badan Geologi Soal Gempa Garut M 5,2

Jejak-jejak tersebut terlihat pada lokasi pen-muan situs-situs arkeologi di Lampung Barat mulai dari Liwa hingga Suoh, seperti gawir sesar, kolam sesar, dan meandering sungai (sungai terpancung).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini