"Tetapi karena ini suatu peristiwa, dimana polisi wajib melakukan langka-langkah atau tindakan kepolisian maka kami sudah turun melakukan penyelidikan," kata dia.
Ia mengatakan berdasarkan hasil interogasi bahwa lift yang digunakan oleh ke sembilan korban tersebut peruntukannya memang untuk barang, guna mengangkat barang ke lantai lima.
"Jadi kami sudah melakukan olah TKP dan sudah mendata, mengunjungi korban yang telah meninggal dunia. Dalam kejadian itu selain ada tujuh yang meninggal dunia dua masih dirawat di rumah sakit dalam keadaan kritis," kata dia.
Sebelumnya, tujuh orang tewas karena terjatuh dari lift di Sekolah Az Zahra Bandar Lampung pada (5/7/2023) dan dua lainnya sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (ANTARA)
Baca Juga:Lift Sekolah Az Zahra Jatuh, Polisi Sayangkan Sikap Sekolah yang Tak Lapor