Sementara itu, salah seorang petani cabai bernama Topik warga Desa Sadar Sriwijaya, mengaku selama harga cabai mahal, rata rata petani cabai melakukan penjagaan dengan membuat gubuk jaga, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencuri.
"Jangankan satu hektare, setengah hektar kalau cabainya bagus pasti ditunggu, mengingat harga cabai merah tinggi, tapi kalau harga wajar di bawah Rp30 ribu dan banyak yang menanam tidak pernah ditunggu," kata dia.
"Kalau tidak dijaga was-was mas, kalau harga tinggi, nyuri satu karung ukuran 50 kilo sudah jelas uangnya, kalau yang nyuri tiga orang sudah 150 kilo," kata Topik.
Kontributor : Agus Susanto
Baca Juga:Harga Cabai Rawit di Jatim Melambung Tinggi, Petani, Pedagang Pasar, Penjual Bakso Mengeluh Semua