facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Komandan Tank Rusia Dihukum Penjara Seumur Hidup, Tembak Mati Warga Sipil Ukraina

Wakos Reza Gautama Selasa, 24 Mei 2022 | 11:31 WIB

Komandan Tank Rusia Dihukum Penjara Seumur Hidup, Tembak Mati Warga Sipil Ukraina
Tentara Rusia Vadim Shishimarin, 21, yang diduga melanggar hukum dan norma perang, terlihat di dalam ruang kaca selama persidangan, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di Kiev, Ukraina, 23 Mei 2022. (ANTARA/Reuters/Viacheslav Ratynskyi/as)

Pengadilan Ukraina menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap Vadim, tentara Rusia

SuaraLampung.id - Tentara Rusia Vadim Shishimarin (21), komandan tank, divonis bersalah membunuh warga sipil bernama Oleksandr Shelipov (62), dalam perang Rusia-Ukraina

Pengadilan Ukraina menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap Vadim pada Senin (23/5/2022). Kasus ini menjadi kasus pertama kejahatan perang di Ukraina yang disidangkan.

Vadim Shishimarin, membunuh Oleksandr Shelipov di desa Chupakhivka, Ukraina, pada 28 Februari, empat hari setelah Rusia melancarkan invasi.

Hakim Serhiy Agafonov mengatakan Shishimarin, yang mendapat "perintah kejahatan" dari atasannya, telah menembak kepala korban dengan senjata otomatis.

Baca Juga: Komandan Tank Rusia Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup di Ukraina

"Mengingat bahwa kejahatan yang dilakukan adalah kejahatan terhadap perdamaian, keamanan, kemanusiaan dan aturan hukum internasional… pengadilan tidak melihat kemungkinan untuk menjatuhkan hukuman yang lebih singkat," kata hakim.

Shishimarin, yang mengenakan sweter bertudung warna biru abu-abu, menyaksikan jalannya persidangan dari ruang kaca. Dia tidak menunjukkan ekspresi apa pun ketika vonis dibacakan.

Dia berdiri dengan kepala tertunduk selama persidangan, mendengarkan perkataan seorang penerjemah.

Persidangan yang dimulai pekan lalu itu menjadi simbol penting bagi Ukraina. Seorang pengacara internasional mengatakan bakal ada kasus-kasus kejahatan perang lain yang disidangkan.

Ukraina menuduh Rusia melakukan tindakan kejam dan brutal terhadap warga sipil selama invasi. Kiev mengatakan telah mengidentifikasi lebih dari 10.000 dugaan kejahatan perang.

Baca Juga: Tentara Rusia Dipenjara Seumur Hidup Setelah Membunuh Seorang Warga Ukraina

Rusia membantah telah menyerang warga sipil atau terlibat dalam kejahatan perang selama melakukan "operasi militer khusus" di Ukraina.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait