facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kolonel Priyanto Dituntut Penjara Seumur Hidup, Dinilai Lakukan Pembunuhan Berencana

Wakos Reza Gautama Kamis, 21 April 2022 | 13:03 WIB

Kolonel Priyanto Dituntut Penjara Seumur Hidup, Dinilai Lakukan Pembunuhan Berencana
Ilustrasi Kolonel Priyanto. Kolonel Priyanto dituntut penjara seumur hidup. [ANTARA]

Tuntutan penjara seumur hidup terhadap Kolonel Priyanto ini dibacakan Oditur Militer

SuaraLampung.id - Terdakwa kasus pembunuhan Kolonel Priyanto dituntut penjara seumur hidup oleh Oditur Militer Tinggi II Jakarta Kolonel Sus Wirdel Boy.

Tuntutan penjara seumur hidup terhadap Kolonel Priyanto ini dibacakan Oditur Militer saat sidang di Pengadilan Militer Tinggi II, Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Wirdel menyatakan terdakwa Kolonel Priyanto harus dihukum maksimal karena semua unsur dakwaan primer dan sekunder terpenuhi.

Artinya, Kolonel Priyanto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana kemudian menculik dan menyembunyikan kematian dua korban, yaitu Handi Saputra dan Salsabila.

Baca Juga: Tuntutan Mahasiswa Sulawesi Selatan Saat Aksi 11 April 2022 Dibawa ke Jakarta

Ia menyampaikan fakta di persidangan menunjukkan perbuatan Priyanto itu terbukti telah memenuhi unsur-unsur dakwaan primer, yaitu Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang pembunuhan berencana, kemudian dakwaan sekunder yaitu Pasal 328 KUHP tentang penculikan, dan Pasal 181 KUHP yang mengatur pidana menyembunyikan mayat/kematian korban.

“Kami memohon kepada Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta agar menjatuhkan pidana terhadap Kolonel Infanteri Priyanto pidana pokok penjara seumur hidup, dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer di TNI Angkatan Darat,” kata Wirdel yang terus berdiri saat membacakan tuntutan.

Dalam tuntutannya, Oditur juga meminta majelis hakim tetap menyimpan sejumlah barang bukti dalam berkas perkara, tetapi untuk barang bukti berupa mobil Wirdel meminta penetapan dari majelis hakim.

Kemudian, Oditur juga meminta majelis hakim, yang dipimpin oleh Brigjen TNI Faridah Faisal, memerintahkan agar Kolonel Priyanto tetap ditahan.

Wirdel menyampaikan tuntutannya itu telah mempertimbangkan unsur yang meringankan dan memberatkan. Hal-hal yang meringankan, antara lain terdakwa berterus terang sehingga memudahkan pemeriksaan, terdakwa belum pernah dihukum, dan terdakwa menyesali perbuatannya.

Baca Juga: Sebut Saat Orba Lebih Bebas, Koordinator BEM SI Kaharuddin Viral: Disarankan Belajar pada Aktivis 1998

Sementara itu, hal yang memberatkan Kolonel Priyanto melibatkan dua anak buahnya saat melakukan tindak pidana.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait